spot_imgspot_img
Kamis 17 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Konfercab HMI Tasikmalaya ke-42 Diwarnai Keributan, Banner Robek dan Polemik Hak Suara

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-42 Periode 2026-2026 di Aula Gedung Dakwah Islamiyah (GDI) Kota Tasikmalaya, Rabu (16/9/2026).

Agenda tertinggi organisasi pergerakan mahasiswa tersebut menjadi wadah pergantian kepemimpinan sekaligus evaluasi kinerja organisasi selama satu periode. Sebanyak 13 komisariat di bawah naungan Cabang Tasikmalaya menghadiri forum tersebut.

Baca Juga: Iwan Saputra Batal Maju Ketua DPD Golkar Kota Tasikmalaya, Ada Penugasan Baru dari Jabar

Proses penjaringan meloloskan lima kader sebagai bakal calon Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya periode mendatang. Kelima nama tersebut meliputi Rendi Rizki Sutisna (Komisariat Insan Cita), Dian Purnama (Komisariat Cipasung), Dikri Rizki Ramadhan (Komisariat STIA), Ahmad Riza Hidayat (Komisariat Siliwangi), dan Aji Samiaji (Komisariat Suryalaya).

Pengurus komisariat mendelegasikan kader-kader unggulan terbaiknya untuk bertarung di tingkat cabang demi menjaga keberlangsungan organisasi pergerakan.

Aksi Keributan dan Banner Robek Warnai Jalannya Forum

Pelaksanaan Konfercab ke-42 tidak berjalan mulus karena diwarnai keributan antaranggota di tengah berjalannya acara.

Sebagian peserta mempertontonkan aksi tidak terpuji di muka umum akibat ketidakpuasan terhadap keputusan panitia mengenai hak suara Komisariat Cipasung.

Aksi keributan membuat suasana acara menjadi gaduh. Kejadian tersebut membuat para tamu undangan terbengong, termasuk Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi yang menghadiri pembukaan acara.

Ketua Organizing Committee (OC) Konfercab HMI ke-42, Cepi Sultoni, menjelaskan bahwa panitia telah membahas persoalan hak suara komisariat bersama Steering Committee (SC). Pihak OC hanya menjalankan tugas teknis di lapangan sesuai aturan.

Cepi menegaskan bahwa panitia tidak merancang rekayasa untuk memenangkan salah satu kandidat.

“Karena berdasarkan database-nya terus bertambah, maka pihak Komisariat Cipasung mengusulkan dua suara saja, yang awalnya hanya satu suara,” ungkap Cepi Sultoni menjelaskan kronologi protes tersebut.

Panitia Tegaskan Konfercab Tetap Sah dan Memenuhi Quorum

Meski sempat terjadi adu mulut, Cepi memastikan bahwa forum konfercab tetap sah dan terus berjalan karena telah memenuhi syarat kuorum (setengah plus satu dari total komisariat).

“Dalam konfercab ke-42 kali ini, sebanyak 13 komisariat yang mengikuti, jadi sudah memenuhi quorum, maka Konfercab tetap dilanjutkan,” ungkap Cepi Sultoni pada Rabu (16/9/2026).

Cepi menyayangkan aksi sejumlah mahasiswa Komisariat Cipasung yang melanggar tata tertib forum resmi.

“Jika memang ada permasalahan terkait konfercab, seharusnya bisa dibicarakan baik-baik dengan Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Pendamping Lapangan Organisasi atau PLO, bukan dengan dilakukan di depan forum, dengan memperlihatkan aksi-aksi tidak terpuji yang sangat memalukan,” tegasnya.

Cepi juga menyuarakan kekecewaannya atas aksi perobekan banner konfercab saat ketegangan memuncak. Ia menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap mahasiswa terdidik dan berintelektual.

Pesan Wabup Tasikmalaya: Jaga Marwah dan Etika Mahasiswa

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menilai dinamika perselisihan tersebut sebagai hal yang lumrah dalam organisasi mahasiswa.

Asep mengingatkan para peserta untuk menyelesaikan setiap perbedaan pendapat dengan kepala dingin dan musyawarah.

“Mahasiswa itu kalangan terdidik, sehingga dalam menyelesaikan sebuah permasalahan harus dengan cara-cara yang elok dan bijaksana sebagai cerminan kaum intelektual,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pergerakan mahasiswa memegang prinsip utama untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas, bukan syahwat kelompok.

Kendati demikian, Asep menilai HMI Cabang Tasikmalaya masih konsisten berada di jalur pergerakan yang menyuarakan aspirasi rakyat.

“HMI ini kan organisasi kader dan perjuangan. Perbedaan pendapat dsn pandangan seperti ini sesuatu yang wajar, namun yang terpenting tetap menjaga marwah perjuangan organisasi,” pintanya.

Konfercab ke-42 ini harapannya melahirkan estafet kepemimpinan baru yang progresif, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan zaman.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru