CIAMIS,FOKUSJabar.id: Musim kemarau melanda wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kondisi ini memicu krisis air bersih untuk kebutuhan rumah tangga harian warga yang tersebar di 20 kecamatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mencatat sebanyak 44 desa membutuhkan pasokan bantuan air secara mendesak.
Baca Juga: Sempat Anjlok, Harga Telur Ayam di Pasar Manis Ciamis Kini Naik Jadi Rp26 Ribu
“Untuk jumlah Dusun yang kekurangan air bersih itu ada 109 wilayah,” katanya pada Senin, 14 September 2026.
Penyaluran 1,3 Juta Liter Air Bersih Lintas Sektor
Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama tim gabungan langsung bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke titik-titik krisis. BPBD Ciamis merinci total penyaluran air telah menembus angka 1.364.000 liter.
“Dengan rincian BPBD 605.000 liter, PMI 190.000 liter, BBWS Citanduy 10.000 liter, Kodim 0613/Ciamis 4.000 liter, BJB 25.000 liter dan Yogya Ciamis 5.000 liter, Polres 9.000 liter, SOG Ciamis 10.000 liter, MDMC Ciamis 24.000 liter, 234 SC 10.000 liter, PDAM 306.000 liter,” ucapnya.
Ani menegaskan bahwa armada pasokan air tersebut menjangkau seluruh warga di kawasan terdampak kekeringan.
“Ada 32.878 jiwa yang membutuhkan pasokan air bersih di seluruh wilayah yang terdampak musim kemarau ini,” ungkapnya.
Langkah Darurat Kemanusiaan dan Sumber Air Alternatif
Ani menilai penanganan krisis air bersih ini merupakan wujud darurat kemanusiaan. BPBD Ciamis berkomitmen hadir langsung di lapangan agar seluruh warga mendapatkan akses air minum yang layak.
“Distribusi air terus di lakukan sambil mencari sumber air alternatif. Selanjutnya mari kita dukung dengan hemat air dan jaga lingkungan,” jelasnya.
Penanganan darurat melalui pengiriman armada tangki air menjadi langkah vital untuk mencegah risiko masalah kesehatan hingga potensi konflik sosial di masyarakat.
“Semoga ini menjadi momentum kita bersama untuk lebih bijak mengelola air dan alam,”ungkapnya.
(Husen Maharaja)



