CIAMIS,FOKUSJabar.id: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis menggandeng para penyuluh agama untuk memperkuat Gerakan Duta Zakat di tengah masyarakat.
Kolaborasi ini terwujud lewat sosialisasi Peran Duta Zakat dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Ciamis di Aula Utama Kantor Kemenag Ciamis, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Krisis Air Bersih Meluas di Ciamis, 1,36 Juta Liter Bantuan Disalurkan ke 44 Desa
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Lili Miftah, menilai penyuluh agama memegang posisi strategis dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat karena berhadapan langsung dengan warga. Pihaknya mendorong penyuluh tidak hanya mengedukasi kewajiban zakat, tetapi juga mengajak masyarakat menyalurkan zakat ke lembaga amil resmi.
“Jika zakat, infak, dan sedekah dikelola secara terkoordinir dengan baik oleh amil, potensi zakat di Ciamis bisa mencapai lebih dari Rp900 miliar per tahun,” ungkap Lili.

Kekuatan Zakat untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat
Lili menekankan besarnya potensi zakat sebagai instrumen utama pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pengelolaan dana zakat yang optimal akan memberi dampak luas bagi kesejahteraan publik.
“Ini akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa bagi kemaslahatan umat,” katanya.
Melalui Gerakan Duta Zakat, BAZNAS Ciamis memanfaatkan jaringan luas para penyuluh untuk memperluas edukasi zakat. Langkah ini sekaligus membumikan rukun Islam ketiga agar memberi dampak sosial dan ekonomi yang nyata.
Apresiasi Penyuluh dan Dukungan Kemenag Ciamis
Penyuluh agama asal Kecamatan Cijeungjing, Jenal Mudakir, menyambut hangat kepercayaan dari BAZNAS Ciamis. Ia merasa bangga atas peran baru tersebut dan berharap program ini berlanjut dengan aksi nyata di lapangan.
“Saya merasa bangga karena penyuluh dihargai sebagai Duta BAZNAS. Walaupun belum maksimal, mudah-mudahan ke depannya ada tindak lanjut,” ujar Jenal.
Ia menegaskan penunjukan ini memotivasi para penyuluh untuk terus mengedukasi masyarakat.
“Saya berharap program Duta Zakat tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut dengan langkah-langkah konkret di lapangan,” tuturnya.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis, Yayan Herdiana, menegaskan penyuluh agama sebagai garda terdepan Kemenag dalam pembinaan warga.
“Sinergi BAZNAS dengan penyuluh harapannya membuat Gerakan Duta Zakat semakin luas dan dekat dengan masyarakat. Edukasi mengenai zakat pun harapannya dapat berjalan secara berkelanjutan hingga tingkat kecamatan dan lingkungan masyarakat,” harapnya.
(Mia)



