spot_imgspot_img
Jumat 4 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Antisipasi Kemarau, Pemkot Bandung Pasang Toren Air di 500 RW untuk Penanganan Cepat Kebakaran

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran selama musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandung mempertahankan response time layanan darurat 113 di bawah delapan menit untuk menjangkau lokasi bencana.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi ketangkasan para petugas di lapangan yang terbukti tangguh, termasuk saat berlaga di ajang Jambore Damkar se-Indonesia di Lampung.

Baca Juga: Sidang Jumaahan Ditunda, Wali Kota Bandung Fokus Tuntaskan Siskamling di 151 Kelurahan

“Damkar kita dengan layanan panggilan 113 memiliki waktu respon kurang dari 8 menit. Ini termasuk salah satu damkar terbaik di Indonesia, terbukti saat Jambore Damkar se-Indonesia di Lampung beberapa waktu lalu,” kata Farhan Jumat (4/9/2026).

Kedisiplinan Latihan dan Ketangkasan Personel

Farhan menilai keahlian dan daya operasional personel menjadi kunci utama penanganan kebakaran, meski dukungan peralatan teknis belum menjadi yang paling modern. Petugas mampu menyelesaikan gangguan teknis berisiko tinggi dengan cepat, seperti insiden korsleting listrik akibat gigitan hewan.

“Walaupun peralatannya belum yang paling canggih se-Indonesia, daya operasionalnya sangat baik,” katanya.

Para personel menjalankan instruksi latihan intensif dua kali sepekan demi menjaga ketajaman refleks saat menghadapi kondisi darurat.

“Personil Damkar rutin latihan setiap hari Selasa dan Jumat. Saya sudah beberapa kali meninjau langsung latihan mereka,” ucapnya.

Peluasan Akses Pasokan Air Hingga Wilayah Tetangga

Pemkot Bandung memperluas jangkauan sumber air untuk mengisi ulang tangki armada pemadam. Petugas kini memanfaatkan berbagai titik suplai strategis, termasuk menjalin kerja sama lintasan wilayah hingga ke area Kabupaten Bandung.

“Dulu ada di daerah Supratman. Namun pada dasarnya sekarang air bisa kita ambil dari mana saja, bahkan beberapa titik air diambil dari wilayah kabupaten,” jelasnya.

Sistem Proteksi Kebakaran Mandiri Berbasis RW

Guna mempercepat penanganan awal sebelum petuga tiba, pemerintah kota meluncurkan inovasi proteksi kebakaran berbasis lingkungan warga. Petugas menempatkan fasilitas toren dan pompa portable bertenaga motor di kawasan pemukiman padat.

“Yang terpenting adalah perbaikan. Kita juga menerapkan konsep sprinkler berbasis RW. Kita siapkan toren di lingkungan RW, jika ada keadaan darurat (emergency), air tinggal dipompa menggunakan mesin motor,” ujarnya.

Pemasangan sistem tanggap darurat mandiri ini telah menjangkau sekitar 500 titik atau setara 30 persen dari seluruh wilayah RW di Kota Bandung.

“Sudah banyak, hampir 30 persen dari total RW di Bandung, atau sekitar 500 titik RW,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru