BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemkot Bandung merealisasikan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) SMKN 7 tahun ini. Selain itu, pemerintah menargetkan penataan Jalan Soekarno-Hatta mulai Oktober 2026.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terus mengintensifkan koordinasi antarlembaga. Sebab, proyek ini melibatkan kewenangan pemkot, pemprov, dan pemerintah pusat.
Baca Juga: Pemkot Bandung Fasilitasi Pendampingan Sertifikasi Halal Gratis bagi 1.000 UMKM
“Ya, itu akan dilakukan segera. Kita koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Karena bagaimanapun juga kewenangannya ada di tiga pihak ini,” kata Farhan, Rabu (2/9/2026).
Selanjutnya, Farhan memastikan kesiapan berkas administrasi proyek. Langkah tersebut mencegah pelanggaran hukum pada masa mendatang.
“Kita sedang berusaha sebisa mungkin. Mohon maaf pisan, ini karena masalah administrasi pemerintahan supaya rapi, jangan sampai ada pelanggaran-pelanggaran yang mengkhawatirkan,” katanya.
Izin Lahan dan Kepentingan Pelajar
Meskipun demikian, Farhan tetap menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Oleh sebab itu, pemkot menyelesaikan izin penggunaan lahan milik pusat.
“Saya tahu bahwa kebutuhan masyarakat tidak boleh dihalangi oleh masalah administrasi, tetapi kami juga tidak bisa menghindari kewajiban-kewajiban administratif yang harus kami hadapi,” ucapnya.
Bahkan, Pemkot Bandung sudah menyiagakan alokasi anggaran khusus. Namun, pemkot wajib mengantongi izin resmi pemerintah pusat terlebih dahulu.
“Anggaran dari Pemerintah Kota ada? Ada, insyaallah. Tapi dibangunnya di atas tanah milik pemerintah pusat. Nah, saya mesti minta izin dulu ke pemerintah pusat,” ungkapnya.
Di samping itu, JPO ini mempermudah akses harian pelajar SMKN 7. Sebab, sekolah tersebut berada di bawah naungan Pemprov Jabar.
“Kemudian pemanfaatannya untuk siapa? Untuk SMKN. SMKN ada di bawah siapa? Di bawah Pemerintah Provinsi. Jadi saya harus koordinasi ke provinsi,” jelasnya.
Penataan Jalur Utama Soekarno-Hatta
Selanjutnya, Farhan mengonfirmasi penataan total Jalan Soekarno-Hatta. Proyek ini membentang dari Cibeureum hingga kawasan Cibiru.
Bahkan, seluruh pihak telah menyepakati jadwal pelaksanaan proyek fisik. Nantinya, pengerjaan jalan mulai berjalan serentak pada Oktober 2026.
“Oh, sangat mungkin. Tahun ini sekalian. Oktober ini kita jalan semuanya. Soekarno-Hatta dari Cibeureum sampai Cibiru, kita sudah bersepakat dan programnya sudah keluar untuk merapikan jalan bersama,” ujarnya.
Sebagai penutup, Farhan belum membeberkan rincian total unit JPO baru.
“Nah, itu saya tidak hafal. Punteun, punteun pisan,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



