spot_imgspot_img
Rabu 2 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Finlandia dan Slovakia Butuh Tenaga Kerja, Warga Ciamis Punya Peluang Kerja ke Luar Negeri

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membeberkan peluang kerja luar negeri. Sebab, permintaan tenaga kerja dari sejumlah negara maju terus meningkat. Bahkan, program Pekerja Migran Indonesia (PMI) efektif menekan angka pengangguran Ciamis.

Tenaga Ahli Menteri KP2MI Muhammad Fikri Arrahman mengonfirmasi potensi besar tersebut. Menurutnya, negara seperti Finlandia dan Slovakia membutuhkan banyak tenaga kerja.

Baca Juga: Yogi Permadi Terpilih Pimpin Rugby Ciamis, Targetkan Satu Pelatih di Setiap Kecamatan

“Beberapa negara seperti Finlandia dan Slowakia saat ini mengalami penurunan tingkat produktivitas generasi muda. Di sana warga lokal cenderung menghindari pekerjaan fisik atau sektor berat. Ini menjadi peluang yang bisa kita manfaatkan karena Indonesia memiliki pasokan tenaga kerja yang berlebih,” katanya, Rabu (2/9/2026).

Selanjutnya, Fikri menekankan pentingnya kelengkapan dokumen resmi bagi para pekerja. Langkah tersebut menjamin perlindungan hukum dan keselamatan PMI di luar negeri.

“Legalitas nya harus jelas sehingga PMI itu saat bekerja akan terlindungi,” ucapnya.

Dukungan Disnaker Ciamis dan Layanan Gratis

Di samping itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Ciamis Dase Fadlil Yusdy Mubarak mendukung penuh penempatan PMI. Sebab, ratusan warga Ciamis telah bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.

“Berdasarkan data penanganan, ratusan warga Ciamis tercatat memanfaatkan peluang kerja ke luar negeri melalui prosedur resmi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dase mengimbau masyarakat untuk selalu mendaftar lewat jalur pemerintah. Pemerintah memberikan seluruh layanan rekomendasi secara gratis.

“Jalur resmi itu sangat penting agar data pekerja tercatat sehingga jika terjadi permasalahan di negara tujuan penanganannya bisa berlangsung secara cepat,” ungkapnya.

Pemkab Ciamis terus memperketat pengawasan calon pekerja migran. Langkah ini mencegah praktik penyaluran tenaga kerja ilegal di wilayah Ciamis.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru