TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pengusaha muda Muhamad Abdul Karim memantapkan langkah dalam bursa kepemimpinan daerah. Ia mencalonkan diri sebagai Ketua KADIN Kota Tasikmalaya periode 2026–2031. Bahkan, Karim langsung menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia MUKOTA.
Karim mencermati pergeseran dinamika ekonomi dan tantangan dunia usaha. Oleh karena itu, pelaku usaha lokal memerlukan organisasi yang adaptif dan responsif.
Baca Juga: 7.520 Anak Tidak Sekolah di Tasikmalaya, Pemkot Berhasil Kembalikan 2.764 Anak ke Bangku Belajar
“Tantangan dunia usaha hari ini sudah berbeda. Persaingan tidak hanya terjadi antarpelaku usaha di Tasikmalaya, tetapi sudah masuk pada persaingan regional, nasional bahkan global. Karena itu, KADIN harus mampu menjadi organisasi yang benar-benar hadir memberikan manfaat dan membuka akses bagi dunia usaha,” ungkap Muhamad Abdul Karim, saat mengembalikan formulir pendaftaran Calon Ketua KADIN di Sekretariat Panitia Penyelenggara MUKOTA KADIN, Rabu (2/9/2026).
Selanjutnya, Karim menekankan pentingnya kemampuan membaca peluang pasar secara aktif. Langkah tersebut menjaga keberlangsungan produk unggulan daerah.
“Jangan sampai kita hanya menjadi pasar. Kita harus mampu menjadi pemain. Produk-produk kebanggaan Kota Tasikmalaya harus semakin berkembang menembus pasar regional, usaha mikro dan kecil harus naik kelas, pengusaha muda harus mendapatkan ruang, dan jejaring bisnis harus diperluas,” ujarnya.
Peran KADIN dan Konsolidasi Data
Di samping itu, Karim memosisikan KADIN sebagai jembatan komunikasi utama. Sebab, organisasi menghubungkan pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat luas.
“Peran KADIN bukan hanya membuat kegiatan atau forum, namun yang lebih penting adalah bagaimana aspirasi dunia usaha bisa dikonsolidasikan dan diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret,” jelasnya.
Bahkan, Karim mengandalkan Sensus Ekonomi 2026 untuk perumusan program kerja. Sebab, data akurat membantu penentuan prioritas kebijakan pemerintah.
Enam Sektor Fokus Penguatan Ekonomi
Oleh sebab itu, Karim merumuskan enam perhatian utama bagi keberlanjutan organisasi. Pertama, ia merancang dorongan khusus agar usaha mikro naik kelas.
Kedua, Karim mempercepat transformasi digital hingga menembus ekspansi pasar global. Ketiga, ia membuka jaringan pasar baru skala nasional dan internasional.
Keempat, Karim memperkuat akses pembiayaan serta peluang investasi daerah. Kelima, ia meningkatkan kapasitas SDM generasi muda di dunia usaha.
Keenam, Karim mengukuhkan kemitraan strategis antar-pakar dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kalau kita bicara pertumbuhan ekonomi, tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua sektor indikator, tapi semua harus bergerak dan saling terhubung, sehingga KADIN harus mampu memposisikan diri untuk membangun ekosistem itu,” paparnya.
Arah Baru Lima Tahun Ke Depan
Meskipun demikian, Karim menegaskan bahwa kontestasi ini berfokus pada pertarungan gagasan.
“Yang harus kita bicarakan bukan hanya siapa yang menjadi ketua. Yang lebih penting adalah apa yang akan kita kerjakan selama lima tahun ke depan dan apa manfaatnya dan dampaknya terhadap dunia usaha Tasikmalaya,” terang Karim.
Selanjutnya, Karim mengajak seluruh elemen membangun rumah besar bagi para pengusaha.
“Kita ingin KADIN menjadi rumah besar dunia usaha Tasikmalaya. Rumah yang mempertemukan pengusaha, pemerintah, investor, lembaga keuangan, akademisi dan berbagai stakeholder. Kalau kita bisa bersinergi secara konsisten selama lima tahun, saya yakin Tasikmalaya memiliki peluang besar untuk naik kelas,” paparnya.
Selain itu, Karim mengonsolidasikan seluruh potensi pengusaha dan pelaku UMKM Tasikmalaya.
“Kita punya banyak sumberdaya pengusaha hebat. Kita punya produk yang berkualitas, kreativitas dan sumber daya manusia pun tidak kekurangan, tapi persoalannya bagaimana semua potensi dimiliki itu mampu dikoneksikan. Di sinilah organisasi KADIN harus mengambil peran,” tambahnya.
Karim membulatkan niat demi memperkuat ekosistem dunia usaha lokal.
“Yang harus kita pertarungkan bukan siapa nahkodanya, tetapi gagasan apa yang wajib dilakukan untuk membawa KADIN untuk lima tahun ke depan. Dan saya membulatkan niat maju karena ingin ikut mengambil bagian dalam menjawab tantangan dalam memperkuat ekosistem dunia usaha di Kota Tasikmalaya, agar lebih terkoneksi, adaptif, kompetitif, sehingga mampu mengambil peluang di tengah perubahan ekonomi nasional dan global,” tandasnya.
(Seda)



