spot_imgspot_img
Selasa 1 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

7.520 Anak Tidak Sekolah di Tasikmalaya, Pemkot Berhasil Kembalikan 2.764 Anak ke Bangku Belajar

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya terus mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Pihaknya turun langsung ke lapangan guna memastikan verifikasi data berjalan akurat serta memberikan penanganan yang komprehensif.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tasikmalaya Rojab Riswan Taufik memimpin langsung pemetaan di Kecamatan Bungursari, Selasa (1/9/2026). Forum tersebut menghadirkan unsur kecamatan, kelurahan, tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, hingga pemerhati pendidikan.

Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Sidak Dapur MBG, Pastikan Makanan untuk Anak dan Ibu Hamil Aman dan Bergizi

Saat ini Kota Tasikmalaya mencatat 7.520 kasus ATS. Angka tersebut menempatkan daerah ini pada urutan ke-22 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang fokus menangani masalah pendidikan.

“Alhamdulillah dalam kurun waktu satu bulan terakhir ini, dari 7.520 sudah 4.470 ATS yang telah terverifikasi. Sisanya 3.050 masih dalam proses verifikasi lanjutan,” ungkap Viman Alfarizi di Kecamatan Bungursari, Selasa (1/9/2026).

Tim di lapangan berhasil mengembalikan 2.764 anak ke meja belajar, baik melalui jalur sekolah formal maupun program kesetaraan.

Progres Verifikasi Tiap Kecamatan dan Target Tenggat Waktu

Wali Kota menetapkan target rampung untuk seluruh proses verifikasi di setiap kecamatan pada Oktober 2026. Ia menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan untuk bergerak cepat agar tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus sekolah.

Progres pendataan menunjukkan hasil bervariasi di tiap wilayah:

  • Kecamatan Bungursari: Mencatat capaian tercepat, memperlihatkan 177 anak terverifikasi dari total 185 ATS.
  • Kecamatan Cihideung: Masih tertinggal dengan baru menyelesaikan 24 anak dari total 276 ATS.
  • Kecamatan Kawalu: Menyimpan angka ATS tertinggi yaitu 309 anak, dengan 175 anak sudah terverifikasi dan siap kembali bersekolah.

“Perbedaan capaian ini jadi evaluasi kita bersama. Yang sudah bagus harus bisa dipertahankan, yang masih rendah harus dibantu dan dipercepat,” pintanya.

Kolaborasi Lintas Sektor Demi Generasi Berkualitas

Wali Kota menugaskan jajaran kecamatan hingga kelurahan untuk menyisir data sampai tingkat terbawah. Ia menekankan pentingnya data yang valid, bebas tumpang tindih, dan berorientasi pada solusi nyata.

Penanganan ATS membutuhkan sinergi lintas sektor, melibatkan kelurahan, puskesmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan, hingga lembaga pendidikan.

“Saya optimis, dengan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, bulan Oktober ini data ATS di masing-masing kecamatan sudah terverifikasi dengan jelas dan tepat, sehingga angka anak tidak sekolah di Kota Tasikmalaya bisa ditekan signifikan, dan bahkan tidak ada, sehingga target Tasikmalaya sebagai kota layak anak dan berkeadilan pendidikan bisa segera terwujud,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan infrastruktur itu memang penting, tapi yang paling peningkatan kualitas pendidikan demi menghasilkan sumberdaya manusia yang cerdas dan berkualitas,” tandasnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru