CIAMIS,FOKUSJabar.id: Manajemen PSGC Ciamis angkat bicara usai nama klub berjuluk Laskar Singacala tersebut tercantum dalam daftar 28 klub yang mencoreng dunia sepak bola terkait isu tunggakan gaji pemain.
Manager PSGC Ciamis, Erwan Darmawan, mengaku terkejut melihat kemunculan nama dan logo timnya di dalam daftar tersebut. Pihak manajemen bakal mendalami informasi liar yang beredar, termasuk menguji validitas serta melacak sumber informasi primernya.
Baca Juga: Perlakuan Khusus I League kepada Persib Bandung dan Borneo FC
“Kita akan mempelajari informasi itu, validitasnya, validasinya,” ujar Erwan Darmawan di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (1/9/2026).
Unggahan visual akun media sosial @kumparanbola memuat narasi “Daftar Klub Nunggak Gaji”. Rilis tersebut memasukkan 28 klub sepak bola nasional, dengan menempatkan PSGC Ciamis pada urutan ke-24.

Daftar tersebut menyeret jajaran klub seperti PSM Makassar, PSBS Biak, Semen Padang, Persiku Kudus, PSIS Semarang, PSMS Medan, Persibo Bojonegoro, Persitara Jakarta Utara, RANS FC, Persikota Tangerang, Persinab Nabire, Sriwijaya FC, Perserang Serang, Persikas Subang, Persikasi Bekasi, Persida Sidoarjo, PS Siak, Garuda United, PSM Madiun, Depok Raya FC, Persipa Pati, Persewar Waropen, Persikab Bandung, PSGC Ciamis, Persikabo 1973, PS Gunung Jati Cirebon, Persipa Pati, hingga Pinrang City.
Keterangan dalam gambar mengklaim angka tunggakan gaji menembus Rp14,8 miliar yang melibatkan total 303 pemain. Gambar tersebut mencantumkan nama Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sebagai penyedia data.
Manajemen Tegaskan PSGC Ciamis Selalu Tertib Bayar Gaji
Erwan menegaskan bahwa PSGC Ciamis selalu memegang komitmen tinggi dalam memenuhi kewajiban finansial kepada para pemain. Manajemen bahkan menetapkan prosedur ketat tiap kali memasuki jadwal pembayaran gaji bulanan.
“PSGC merasa paling tertib untuk bayar gaji. Kita selalu diingatkan, tiap tanggal 1 CEO kita pasti menelepon kita untuk membayar gaji,” katanya.
Erwan turut mempertanyakan identitas pemain yang mengklaim belum menerima hak finansialnya. Hingga detik ini, pihak PSGC Ciamis belum pernah menerima surat teguran maupun pemberitahuan resmi dari pihak berwenang mengenai keluhan gaji.
“Dan siapa pemainnya yang belum dibayar, selama ini tidak ada teguran, tidak ada pemberitahuan ke kita. Kita juga merasa terkejut dengan adanya pencantuman logo kita termasuk di 28 klub tersebut. Aneh,” tegasnya.
Menyikapi polemik ini, Erwan memastikan manajemen akan menelusuri pengunggah daftar tersebut beserta muara datanya. Pihaknya akan melayangkan klarifikasi guna membongkar alasan pencantuman nama PSGC Ciamis.
“Kita akan meneliti dulu akunnya, kemudian sumbernya, kemudian juga kita akan klarifikasi. Saya rasa PSSI juga, Ilegue juga tidak akan diam ketika klub ini masih bermasalah dengan tunggakan gaji. Kita sekarang era modern, era serba diketahui oleh federasi kita,” katanya.
Persiapan Tim Mengarungi Kompetisi Tetap Berjalan
Meski isu miring menerpa, Erwan menjamin persiapan skuat PSGC Ciamis menghadapi kompetisi mendatang tetap berjalan mulus. Pembentukan komposisi pemain kini telah menembus angka 90 persen.
“Kita siap. Komposisi pemain sudah hampir 90 persen. Insyaallah semua ini tinggal mematangkan, mungkin mematangkan strategi pelatih dan komunikasi antar pemain,” ujarnya.
Di luar latihan tim, manajemen PSGC Ciamis masih mematangkan kesepakatan kontrak dengan sejumlah pemain anyar. Manajemen tengah merampungkan negosiasi bersama pemain asal Korea Selatan yang telah menyatakan komitmennya.
“Intinya dia sudah setuju akan main di sini, tetapi ada beberapa poin di kontrak yang masih kita diskusikan. Mudah-mudahan malam ini kita bisa deal,” pungkas Erwan.
(Mia)



