spot_imgspot_img
Kamis 20 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kemarau Panjang Bikin Sumber Air Mengering, Tagana Tasikmalaya Sudah Salurkan 126.000 Liter

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya kian merasakan dampak negatif dari musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi krisis air bersih yang terus membesar memaksa warga melipatgandakan usaha demi memenuhi kebutuhan harian mereka.

Merespons situasi darurat tersebut, Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat mendistribusikan 6.000 liter air bersih ke Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, pada Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: HUT ke-81 RI, SDN 1 Gunung Pereng Tasikmalaya Tanamkan Nasionalisme dan Keberagaman

Penyaluran air ini menyasar sekitar 238 kepala keluarga (KK) yang mengalami penurunan debit air tanah secara drastis hingga mengering total.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menegaskan komitmen timnya untuk selalu hadir mendampingi masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat kekeringan. Petugas di lapangan segera menindaklanjuti setiap permohonan bantuan secara bertahap.

“Selama kemarau belum usai, kami masih terus memasok kebutuhan air bersih masyarakat. Permintaan terus ada karena di sejumlah wilayah sumber air warga mulai berkurang bahkan ada yang mengering,” ujar Jembar.

Total Bantuan Air Bersih Tagana Tembus 126.000 Liter

Aksi tanggap darurat di Desa Kutawaringin memperpanjang catatan operasi kemanusiaan FK Tagana di wilayah Tasikmalaya.

Sejak awal musim kekeringan tahun ini, armada Tagana mencatat total penyaluran air bersih telah menyentuh angka 126.000 liter.

Jembar menjelaskan bahwa angka tersebut murni merupakan akumulasi dari operasional mandiri armada Tagana. Jumlah ini belum mencakup bantuan yang disalurkan oleh instansi lain, seperti BPBD Kabupaten Tasikmalaya maupun Perumdam Tirta Sukapura.

“Kalau dari Tagana saja sampai hari ini sudah sekitar 126 ribu liter. Itu belum digabung dengan pelayanan pihak lain. Artinya, kebutuhan air bersih masyarakat memang cukup besar selama kemarau ini,” jelasnya.

Posko Darurat Tetap Siaga dan Imbauan Waspada Kebakaran

Menghadapi potensi kemarau yang masih berlanjut, FK Tagana memastikan posko pelayanan darurat air bersih akan terus bersiaga penuh. Petugas akan menjangkau daerah-daerah yang mengirimkan laporan krisis air.

Di samping memicu krisis air, cuaca terik juga meningkatkan risiko bencana lain. Jembar mengingatkan warga untuk menggunakan pasokan air secara hemat sekaligus mewaspadai ancaman kebakaran lahan maupun pemukiman.

“Kami imbau warga untuk menggunakan air secara bijak. Dan yang tidak kalah penting, tetap waspada terhadap potensi kebakaran yang sangat rentan terjadi di musim kemarau panjang ini,” pungkasnya.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru