spot_imgspot_img
Kamis 20 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

OJK Tasikmalaya Ingatkan Pelajar, Waspadai Game Online yang Minta Deposit dan Janjikan Uang

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus mendorong para pelajar untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 guna memperkuat budaya gemar menabung sekaligus membentengi generasi muda dari risiko finansial.

OJK Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan edukasi ini bagi siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Jalan Soaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: BI Corner Connect 2026 Resmi Diluncurkan di Tasikmalaya, Ada Pelatihan AI untuk Pustakawan

Panitia mengemas acara secara interaktif lewat materi yang sangat dekat dengan kehidupan harian para murid. Para peserta mempelajari strategi mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami pentingnya perencanaan keuangan demi meraih cita-cita masa depan.

Asisten Manajer Kantor OJK Tasikmalaya, Andriani Alfiah Kurnia, menekankan pentingnya membentuk fondasi keuangan yang sehat sejak usia sekolah.

“Cita-cita tidak hanya membutuhkan semangat dan rajin untuk belajar, tetapi juga perlu didukung dengan kebiasaan merencanakan keuangan, yang dimulai dari hal sederhana seperti mengatur uang saku, sisihkan untuk menabung, dan jangan mudah menghabiskan uang hanya karena mengikuti trend atau keinginan,” ungkap Andriani Kurnia, Kamis (20/8/2026).

Ingatkan Waspada Game Daring Berkedok Judi Online

Selain membagikan tips menabung, OJK Tasikmalaya memanfaatkan momen ini untuk memberikan pemahaman mengenai ancaman bahaya judi online (judol). Pihaknya mengingatkan bahwa praktik perjudian kerap menyamar menjadi permainan atau game interaktif yang menarik.

Andriani membeberkan sejumlah ciri game mencurigakan yang wajib para siswa waspadai. Seperti permintaan deposit atau top up modal, penawaran keuntungan instan, hingga dorongan untuk terus mempertaruhkan uang saat mengalami kekalahan.

Pihaknya meminta seluruh siswa agar tidak mudah tergiur oleh iming-iming hadiah uang secara cepat dari aplikasi permainan.

“Kalau dalam sebuah game online meminta kita mempertaruhkan uang dengan harapan mendapatkan uang yang lebih besar berdasarkan hasil permainan atau keberuntungan, itu sudah menjadi tanda yang harus kita waspadai. Jangan sampai keinginan mendapatkan uang secara instan justru membuat malapetaka yang merusak masa depan,” paparnya.

Pihak Sekolah Sambut Baik Pembekalan Kecakapan Hidup

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Heri Haerudin, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif OJK Tasikmalaya. Menurutnya, materi ini memberikan tambahan wawasan mendasar yang sangat berguna bagi kecakapan hidup para siswa.

Heri menilai literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap dunia digital menjadi modal utama bagi murid. Harapannya agar mereka mampu mengambil keputusan yang benar saat beranjak dewasa.

“Kami mendukung edukasi keuangan seperti ini karena anak-anak tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga kecakapan hidup. Pemahaman mengelola uang dan mengenali bahaya judi online penting. Agar mereka mampu mengambil keputusan yang lebih baik untuk masa depannya,” jelasnya.

Melalui rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026, OJK Tasikmalaya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan literasi keuangan hingga ke pelosok daerah.

Upaya berkelanjutan ini bertujuan membentuk generasi muda yang cerdas finansial, mandiri, serta terhindar dari jebakan produk maupun aktivitas keuangan ilegal.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru