TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana kegiatan Posyandu di Kelurahan Talagasari, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, kini tampil lebih interaktif. Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) Kelompok Talagasari B menghadirkan inovasi berupa Pojok Sehat Digital (POSEDIGI) di empat titik Posyandu.
Penyerahan media edukasi kesehatan ini berlangsung di Kantor Kelurahan Talagasari, Kawalu. Empat Posyandu penerima program tersebut meliputi Posyandu Mekarjaya RW 001, Melati A RW 002, Flamboyan RW 002, dan Lavender RW 008.
Baca Juga: PQN 2026 Percepat Digitalisasi Transaksi Keuangan di Kota Tasikmalaya
POSEDIGI menjadi program kerja utama mahasiswa KKN klaster 1 yang berfokus pada langkah promotif, preventif, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Edukasi Interaktif Lewat Game, Puzzle, dan QR Code
Setiap Posyandu menerima Booth POSEDIGI yang dilengkapi Smartbox berisi materi pencegahan stunting, anemia, hipertensi, diabetes melitus, hingga PHBS. Fasilitas ini memuat spinner serta kartu pertanyaan interaktif.
Panitia juga menyediakan media visual Isi Piringku berbentuk piring dan puzzle kelompok makanan. Ibu-ibu serta anak-anak dapat menyusun langsung menu gizi seimbang saat berkunjung ke Posyandu.
Pemanfaatan teknologi turut menjadi keunggulan program ini. Warga cukup memindai QR Code menggunakan ponsel untuk mengakses gim edukasi dan beragam materi digital. Fasilitas ini lengkap dengan stiker panduan SOP Senam Hipertensi dan Diabetes.
Rancangan Program Berkelanjutan
Ketua KKN Mahasiswa Umtas Talagasari B, Rijal Rizki Fauzi, mengonfirmasi bahwa POSEDIGI dirancang agar dapat dipergunakan secara berkelanjutan oleh para kader Posyandu.
“Kami ingin membuat media yang menarik tapi juga fungsional. Makanya kami gabungkan edukasi Kesehatan dengan permainan dan digital. Harapannya POSEDIGI tetap dipakai kader setelah kami selesai melaksanakan KKN,” kata Rijal, Minggu (16/8/2026).
Rijal menambahkan bahwa pembuatan media ini mendapatkan bimbingan teknis langsung dari Puskesmas Kawalu agar materi sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Kolaborasi ini bersama Puskemas Kawalu menjadi bagian penting untuk memastikan progam POSEDIGI tidak hanya menarik, tetapi juga dapat termanfaatkan secara tepat dalam kegiatan kesehatan di Posyandu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program ini mendukung Gerakan Masyarakat Sehat (Gema) milik Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Apresiasi Akademisi terhadap Inovasi Kesehatan Akar Rumput
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Umtas, Ns. Mardiana Moch. Ramdan, mengapresiasi terobosan dari para mahasiswanya.
“Ini contoh, bahwa mahasiswa itu harus bisa kreatif dan berinovasi keilmuannya guna menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Kuncinya bukan hanya membuat program, tapi memastikan POSEDIGI terus hidup dan bermanfaat bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” kata Mardiana, Minggu (16/8/2026).
Mardiana menyebut pendekatan visual dan permainan digital mengubah pola edukasi kesehatan yang tadinya kaku menjadi lebih menyenangkan.
“Melalui POSEDIGI, edukasi tidak harus kaku dan satu arah. Lewat permainan, visual, dan teknologi digital, sehingga warga bisa berdiskusi sambil bermain dan lebih mudah mengingat pesan kesehatan,” ucapnya.
Kehadiran POSEDIGI di Posyandu Mekarjaya, Melati A, Flamboyan, dan Lavender memberikan sarana baru bagi kader Posyandu untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat masyarakat sejak dari level akar rumput.
(Seda)



