BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebanyak 2.500 atlet dipastikan ikut serta pada kejuaraan taekwondo bertajuk “The 2026 West Java Open Taekwondo Championship”. Kejuaraan akan digelar selama tiga hari 14-16 Agustus 2026 di Gymnasium UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung.
Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jabar, Divie mengatakan, kejuaraan merupakan agenda rutin. Yang dilaksanakan TI Jabar sebagai wadah kompetisi bagi para atlet.
Pelaksanaan kejuaraan menjadi ajang pembuktian atlet-atlet muda untuk menguji hasil latihan dalam sebuah kompetisi.
Baca Juga: Ezechiel N’Douassel Debut Latihan Bersama PSGC Ciamis
“Kami, TI Jabar, terus berupaya melakukan pembinaan prestasi untuk mendukung pencapaian prestasi taekwondo. Tidak hanya untuk kepentingan Jabar di tingkat nasional tapi juga Indonesia dalam kompetisi internasional,” kata Divie kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Atlet-atlet taekwondo Jabar dalam beberapa dekade terakhir, lanjut Divie, telah mampu menunjukkan perestasi di ajang nasional maupun internasional.
Ajang Kejurnas
Tidak hanya di ajang kejurnas maupun PON, atlet asal Jabar pun menjadi penyokong keberhasilan Indonesia. Merebut gelar juara umum 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang digelar di Tennis Indoor Senayan. Jakarta, 1-5 Agustus 2026.
Pada ajang berstatus World Taekwondo (WT) G2 tersebut, Indonesia meraih gelar juara umum. Dengan torehan 5 medali emas, 4 perak, dan 17 perunggu.
“Kita tidak bisa terus berbangga dengan raihan prestasi yang sudaj diperoleh tetapi harus juga menjaga warisan prestasi tersebut. West Java Open ini menjadi salah satu upaya kita dalam menjaga, mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasi. Yang sudah dicapai,” Divie menegaskan.
Meski demikian, kata Divie, upaya-upaya untuk menjaga dan mempertahankan supremasi prestasi tidak hanya dilakukan pengprov TI Jabar saja. Dibutuhkan kolaborasi dan dukungan semua pihak, salah satunya dukungan dadi pemerintah.
“Untuk West Java Open yang akan dibuka besok (Jumat, 14/8/2026), kami sangat berharap. Kehadiran pemimpin Jabar yakni bapak Gubernur Dedi Mulyadi untuk bisa hadir dan memberikan semangat serta motivasi tambahan bagi para atlet,” ucapnya.
Proses Pembinaan Olahraga
Dia melanjutkan, bahwa pihaknya sudah mengirimkan undangan kepada KDM melalui Tata Usaha Setda Provinsi Jabar. Dan semoga beliau bisa hadir serta membuka secara langsung kejuaraan.
Apresiasi disampaikan pembina TI Jabar, Benny R. Gautama terkait pelaksanaan The 2026 West Java Open Taekwondo Championship. Dia menuturkan, sebuah kompetisi atau kejuaraan menjadi bagian tidak terpisahkan dalam proses pembinaan olahraga berkelanjutan.
Baca Juga: Timnas Indonesia Kandas di Piala AFF 2026, 3 Pemain Persib Bilang Begini
“Melalui sebuah kejuaraan, kemampuan setiap atlet diuji, diasah, dan ditingkatkan. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi kejuaraan yang digelar sebagai upaya mempertahankan. Serta meningkatkan raihan prestasi taekwondo Jabar kedepan,” kata mantan Ketua Umum Pengprov TI Jabar dua periode sebelumnya.
Selain itu, Benny menegaskan jika proses pembinaan atlet taekwondo berkelanjutan akan berjalan jika pelaksanaan kompetisi dilakukan secara kontinyu. Melalui kompetisi yang terjadwal, kontinyu, dan berkesinambungan diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial baru untuk Jabar maupun Indonesia.
“Masa keemasan seorang atlet itu terbatas, termasuk di taekwondo. Untuk itu proses regenerasi atlet sangat diperlukan, tidak hanya melalui latihan. Tapi juga kompetisi seperti yang digelar rutin pengprov TI Jabar ini,” kata Benny.
(Ageng)



