BOGOR,FOKUSJabar.id: Calon Paskibraka Kabupaten Bogor Tahun 2026 terus mematangkan kesiapan menjelang upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Mereka memfokuskan latihan untuk mengibarkan Sang Merah Putih di tingkat kabupaten.
Sebanyak 60 calon Paskibraka menjalani pemusatan latihan secara intensif. Mereka memperkuat kemampuan teknis pengibaran dan penurunan bendera.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Lepas Kontingen Jamnas XII 2026, Sertakan Pramuka Berkebutuhan Khusus
Tim pelatih juga membentuk kedisiplinan, fisik, karakter, wawasan kebangsaan, serta jiwa kepemimpinan para peserta.
Proses Seleksi Ketat Ribuan Peserta
Pelatih Utama Pelda Suroto dari Kodim 0621 Kabupaten Bogor menjelaskan proses pembentukan tim. Panitia memulai rangkaian seleksi sejak Februari 2026 dengan menguji 1.850 peserta.
Tim penilai menyaring seluruh peserta melalui tes pengetahuan umum, parade, kesamaptaan, dan kepribadian. Proses seleksi meloloskan 62 peserta terbaik.
Panitia mempersiapkan 60 peserta untuk bertugas di Kabupaten Bogor. Sementara dua peserta lain mewakili daerah di tingkat Jawa Barat dan nasional.
“Yang kita latih di Kabupaten Bogor berjumlah 60 orang. Dari berbagai tahapan seleksi, terbentuklah 62 orang,” ujar Pelda Suroto.
Tiga Pola Pembinaan Utama
Pelda Suroto menerapkan tiga pola pembinaan, yakni pembelajaran aktif, pelatihan teknis, dan pembentukan karakter.
Materi pembelajaran aktif mencakup wawasan kebangsaan, Pancasila, dan nilai-nilai luhur bangsa.
Pelatihan teknis menggembleng fisik, kedisiplinan, kekompakan, formasi, serta teknik pelaporan.
Pembinaan karakter menanamkan etika dan tanggung jawab agar peserta mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
Pelda Suroto berharap seluruh peserta mampu menjalankan tugas dengan sempurna pada HUT ke-81 RI.
“Harapannya, setelah selesai mengikuti Paskibraka, adik-adik ini tidak hanya mampu melaksanakan tugas dengan baik, tetapi juga bisa menjadi Duta Pancasila dan calon-calon pemimpin masa depan menuju Indonesia Emas di era digitalisasi,” pungkasnya.
Penggemblengan di Desa Bahagia
Wakil Komandan Latihan Ipda Romadi dari Polres Bogor mengatur seluruh aktivitas peserta secara terstruktur.
“Program-program kami sudah diatur bersama seluruh pelatih, pamong dan pengasuh untuk mendisiplinkan para capaska, agar tidak semaunya dan tetap makan dengan disiplin,” ujar Ipda Romadi.
Panitia menempatkan para peserta di lokasi pemusatan latihan yang bernama Desa Bahagia.
Peserta memulai aktivitas pukul 04.15 WIB dengan salat berjamaah, pembersihan diri, dan makan pagi.
Para peserta kemudian bergeser menuju Alun-Alun Kabupaten Bogor untuk melahap materi latihan.
Materi latihan lapangan meliputi olahraga, pemantapan formasi, teknik pelaporan, serta pengibaran bendera hingga sore hari.
Peserta kembali ke pemusatan latihan pada pukul 16.30 WIB untuk membersihkan diri dan beribadah.
Pada malam hari, peserta menerima materi wawasan kebangsaan dan etika sebelum beristirahat pukul 22.00 WIB.
Ipda Romadi menegaskan bahwa pola ketat ini membangun mental pantang menyerah para calon Paskibraka.
“Dari mulai tidur, bangun, ibadah, latihan sampai menerima materi semuanya sudah diatur. Ini menjadi bagian dari pembentukan kedisiplinan dan karakter mereka,” jelasnya.
(BogorKab/Irfansyahriza)



