spot_imgspot_img
Rabu 5 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Pangandaran Apresiasi Literasi Digital KPID Jabar

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran mengapresiasi kegiatan literasi digital yang di gelar KPID Jawa Barat (Jabar) pada Selasa, (4/8/2026) di SMAN 1 Mangunjaya.‎

‎Pemkab Pangandaran menilai, edukasi tersebut penting agar anak-anak tidak salah memanfaatkan teknologi di tengah masifnya pembelajaran berbasis digital di sekolah.

BACA JUGA:

Disparbud Pangandaran: Ada Kejanggalan SHM Tanah Harim Laut Madasari

‎Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pangandaran, Darso mengatakan, Pemda sudah mengembangkan pembelajaran digital secara maksimal.

‎Bahkan menurutnya, satu sekolah di Pangandaran, setiap ruang kelasnya sudah menggunakan fasilitas digital.

‎Namun ia mengingatkan, di balik dampak positif digitalisasi, juga muncul dampak negatif. Salah satunya terkait penyalahgunaan media sosial dan konten yang tidak sesuai.

‎”Karena memang melalui digital itu pengaruhnya tidak semata-mata hal-hal yang positif. Hal-hal negatif justru banyak juga terjadi,” katanya.

‎Terkait maraknya kasus perundungan atau bullying, Pemkab Pangandaran mengakui angkanya mengalami peningkatan pada 2026.

‎”Memang tidak di mungkiri bahwa di kegiatan rapat terbatas kemarin saya juga merasa menohok bahwa perundungan, bullying itu tahun 2026 meningkat,” ucapnya.

‎Menurut data dari KBP3A, hingga Juli 2026 tercatat 38 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

‎”Macam-macam. Mulai bullying, kekerasan, termasuk kekerasan seksual terhadap anak,” jelasnya.

‎Ia menyebut penanganan di lakukan secara kolaboratif antara Dinas Pendidikan, KBP3A, Dinas Sosial hingga Satpol PP.

‎”Alhamdulillah ada beberapa hal tentang perundungan, bullying itu bisa di tangani dengan baik. Sehingga tidak menjadi beban buat anak-anak yang terkena,” ujarnya.

BACA JUGA:

KPID Jabar Ungkap 99,8 Persen Gen Z Gunakan Internet, Siapkan Perda Pasagi

‎Salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus adalah kurangnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan internet oleh anak.

‎”Pembatasan penggunaan internet yang kurang pengawasan dari orang tua. Anak-anak kita dalam masa-masa serba ingin tahu, penasaran. Nah jangan sampai penasaran ini mengacu pada hal yang salah,” tegasnya.

‎Ia pun sepakat dengan wacana pembatasan penggunaan media sosial pada anak.

Dia mengajak seluruh stakeholder termasuk media untuk bersama-sama mencegah hal yang tidak di inginkan terjadi pada anak-anak di Pangandaran.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru