spot_imgspot_img
Rabu 29 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BKPSDM Ciamis Luncurkan Program MAGISTER, 54 Mahasiswa Unigal Atasi Kekurangan Guru

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Badai pensiun, kasus meninggal dunia, serta mutasi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) memicu krisis tenaga pendidik di Kabupaten Ciamis. Merespon situasi tersebut, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis meluncurkan inovasi baru bernama MAGISTER (Magang Mahasiswa Guru Terintegrasi).

Inovasi ini menjembatani kebutuhan tenaga pengajar di sekolah negeri dengan potensi mahasiswa calon guru dari Universitas Galuh (Unigal).

Baca Juga: RSUD Ciamis Luncurkan Si Manis Ambulans, Layanan Ambulans Gratis Terintegrasi Call Center 112

Pemerintah Daerah menyebar 54 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh menuju 18 sekolah negeri di Kabupaten Ciamis. Para peserta bakal menjalani masa magang selama dua bulan, terhitung sejak Agustus hingga September 2026.

Program MAGISTER mengusung sinergi lintas instansi yang merangkul BKPSDM Kabupaten Ciamis, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Universitas Galuh, serta sekolah-sekolah sasaran.

Kepala BKPSDM Kabupaten Ciamis, Ai Rusli Suargi mengutarakan bahwa inovasi MAGISTER menjawab tantangan kebutuhan guru yang makin mendesak. Di sisi lain, batas rasio belanja pegawai membatasi ruang pemerintah daerah dalam menambah kuota formasi ASN.

“Kebutuhan guru di sekolah-sekolah kita sangat mendesak akibat banyaknya ASN yang pensiun dan mutasi, sementara belanja pegawai kita terbatas. Melalui kolaborasi berbasis data dan domisili bersama Dinas Pendidikan serta Unigal ini, kita hadirkan solusi yang legal, efisien, dan berdampak langsung. Mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata, dan sekolah yang membutuhkan langsung mendapat dukungan tenaga pendidik,” ujar Ai Rusli saat melepas peserta magang di Aula BKPSDM Ciamis, Rabu (29/7/2026).

Membangun Kemitraan Strategis

Ai menekankan bahwa MAGISTER tidak cuma menghadirkan tenaga pengajar cadangan. Sistem ini membangun kemitraan strategis guna merancang kebutuhan sumber daya manusia di bidang pendidikan secara berkelanjutan.

Sistem digital ini menyelaraskan data kekurangan guru sekolah dengan data profil mahasiswa agar proses penempatan berjalan presisi.

Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kabupaten Ciamis, Rifki Arifin menjelaskan bahwa ia mengembangkan MAGISTER sebagai Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).

Ia menegaskan timnya menentukan lokasi magang berdasarkan pemetaan kebutuhan riil sekolah serta domisili tempat tinggal mahasiswa.

“Kami memetakan kebutuhan sekolah sasaran berdasarkan data riil kekurangan guru di lapangan dan mencocokkannya dengan domisili para mahasiswa. Dengan sistem pendataan yang terintegrasi ini, penempatan 54 mahasiswa magang menjadi sangat presisi dan efisien, sehingga layanan pendidikan di 18 sekolah sasaran bisa langsung terfasilitasi,” kata Rifki.

Sebanyak 54 peserta tersebut berasal dari enam program studi FKIP Universitas Galuh. Rinciannya mencakup Pendidikan Jasmani (26 orang), Pendidikan Bahasa Inggris (10 orang), Pendidikan Bahasa Indonesia (9 orang), Pendidikan Sejarah (4 orang), Pendidikan Matematika (3 orang), serta Pendidikan Biologi (2 orang).

Memperkuat Jajarn Pengajar di Sekolah

Mereka bakal memperkuat jajaran pengajar di sekolah yang mengalami kekosongan guru, seperti SMPN 1 Ciamis, SMPN 3 Ciamis, SMPN 4 Ciamis, SMPN 5 Ciamis, SMPN 8 Ciamis, SMPN 1 Cipaku, SMPN 3 Cipaku, SMPN 1 Cijeungjing, SMPN 2 Kawali, SMPN 3 Kawali, SMPN 1 Baregbeg, SMP Satu Atap Cipaku, hingga sejumlah SD negeri di Kecamatan Ciamis, Cipaku, dan Cijeungjing.

Wakil Dekan I FKIP Universitas Galuh, Dr. Yeni Wijayanti menyambut baik kolaborasi ini karena memberikan manfaat timbal balik bagi kampus dan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BKPSDM Kabupaten Ciamis yang telah memberikan kesempatan kepada Universitas Galuh untuk berkolaborasi. Kerja sama seperti ini sangat penting karena tujuannya meningkatkan kualitas mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat,” ujarnya.

“Saat ini memang baru dua bulan sebagai tahap awal atau pilot project. Mudah-mudahan setelah dilakukan evaluasi, ke depan dapat dikembangkan menjadi enam bulan agar dampaknya semakin besar bagi sekolah maupun mahasiswa,” tambah Dr. Yeni.

Salah seorang peserta magang asal Prodi Pendidikan Matematika, Ayi Nuraeni mengaku bangga atas penempatannya di SMPN 8 Ciamis.

“Sangat terbantu karena kita disalurkan ke sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan dan kekurangan guru, jadi merasa lebih bermanfaat. Selain itu juga membuka pengalaman dan koneksi baru bagi kami,” ungkapnya.

Pelaksanaan Program MAGISTER berpijak pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan Permendikti Saintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Langkah ini juga memperkuat Perjanjian Kerja Sama antara BKPSDM, Dinas Pendidikan, dan Unigal di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat.

Lewat program MAGISTER, BKPSDM Kabupaten Ciamis optimistis sanggup mengikis masalah kekurangan guru secara cepat. Sekaligus memberikan jam terbang mengajar bagi para calon pendidik sebelum terjun ke dunia kerja.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru