JAKARTA, FOKUSJabar.id: Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto menjadi perhatian publik pada Selasa, 28 Juli 2026.
Temuan tersebut menunjukkan adanya perubahan penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintahan di bandingkan survei yang di lakukan beberapa bulan sebelumnya.
BACA JUGA:
El Nino Diprediksi Maju ke 2026, Prabowo Gelar Rapat Khusus Antisipasi Karhutla
Dalam survei yang di rilis pada Juli 2026 itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat sebesar 51,1 persen.
Meskipun angka tersebut masih menunjukkan lebih dari separuh responden menyatakan puas. Namun persentasenya mengalami penurunan di bandingkan hasil survei pada November 2025 yang mencapai 81,2 persen.
Perubahan hasil survei tersebut memunculkan perhatian karena berlangsung di tengah berbagai dinamika nasional.
Kondisi ekonomi, situasi politik hingga penilaian terhadap penegakan hukum menjadi aspek yang di nilai ikut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Berdasarkan hasil survei SMRC, penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kepuasan publik.
Hanya 15,7 persen responden yang menyatakan kondisi ekonomi nasional berada dalam kategori baik, jauh lebih rendah di bandingkan sekitar 40 persen pada survei November 2025.
Sementara itu 49,4 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional berada dalam kategori buruk atau sangat buruk.
Temuan tersebut menggambarkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap perkembangan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir.
Selain faktor ekonomi, penilaian publik terhadap kondisi politik nasional juga mengalami penurunan.
Jika pada November 2025 sebanyak 35,8 persen responden menganggap kondisi politik berada dalam situasi yang baik, maka pada Juli 2026 persentasenya turun menjadi 13,5 persen.
Survei yang sama turut menunjukkan perubahan persepsi masyarakat terhadap penegakan hukum.
Tingkat penilaian positif terhadap aspek tersebut menurun di bandingkan survei sebelumnya. Sementara pandangan yang menilai kondisi penegakan hukum kurang baik mengalami peningkatan.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani menjelaskan, persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi memiliki keterkaitan dengan tingkat kepuasan terhadap pemerintahan.
Menurut hasil survei, memburuknya penilaian publik terhadap situasi ekonomi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi turunnya tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo.
Pengumpulan data dalam survei ini di lakukan pada 5-19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden dari berbagai daerah di Indonesia.
BACA JUGA:
Kepala BGN Pecat 261 Pegawai Non ASN dan Tenaga Ahli
Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 3,7 persen. Sehingga memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat pada periode pelaksanaan survei.
Di tengah hasil survei tersebut, sejumlah tantangan ekonomi juga menjadi perhatian publik sepanjang tahun 2026.
Isu seperti pelemahan nilai tukar rupiah, kondisi pasar saham yang belum stabil, perhatian terhadap independensi Bank Indonesia hingga penyesuaian anggaran pada sejumlah program pemerintah menjadi bagian dari dinamika yang berkembang di ruang publik.
(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)



