BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mempercepat penataan kawasan Pasar Cikarang Utara secara bertahap demi menciptakan lingkungan pedagang yang lebih tertata, bersih, dan nyaman. Sinergi antara pemerintah daerah dan program Corporate Social Responsibility (CSR) mulai mengubah wajah pasar menjadi lebih rapi bagi para pedagang maupun pengunjung.
Kepala UPTD Pasar Wilayah IV Cikarang Utara, Hasyim Adnan, menjelaskan bahwa perubahan pesat ini bermula usai kunjungan Kepala Daerah (KDM) pada 19 Juni 2026. Momen peninjauan tersebut menjadi pemicu utama percepatan pembenahan fisik di lapangan.
Baca Juga: Soroti Kasus Kekerasan Anak di Bogor, KPAID dan TP PKK Dorong Orang Tua Jadi Benteng Utama
“Setelah kunjungan tersebut, banyak perubaha. Perbaikan terotoar dan mengecat merah, mengganti pagar kemudian mengecetnya menjadi putih, kemudian pengaspalan. Selain itu, kanopi dan pengecatan bagian depan pasar juga melalui bantuan program CSR Bank BJB sehingga wajah pasar kini jauh lebih baik,” ujar Hasyim pada Rabu (22/07/2026).
Pengaturan Lahan Parkir dan Relokasi Pedagang Malam
UPTD Pasar Wilayah IV mengelola kawasan seluas 2,6 hektare yang membentang dari belakang Pos Polisi hingga Jalan Suwadaya, mencakup area Pasar Seng hingga Pasar Permai. Batas pengelolaan ini menjadi acuan dalam merelokasi pedagang, menyediakan kantong parkir, serta mengoptimalkan retribusi daerah.
Hasyim menegaskan bahwa penataan ini tidak hanya menyasar perbaikan infrastruktur, tetapi juga menertibkan ruang publik. Pengelola merelokasi sementara para pedagang malam agar warga dapat memanfaatkan area tersebut sebagai lahan parkir pada pagi hingga siang hari.
“Pedagang malam yang berjualan di depan Pasar Baru jumlahnya sekitar 200 sampai 220 orang. Siang hari kondisi pasar sudah jauh lebih rapi, tetapi pada malam hari masih perlu penataan lanjutan karena aktivitas pedagang kembali cukup padat,” katanya.
Tim pengelola memindahkan perlengkapan dagang, meja, dan tunggak sementara ke area basement serta toko-toko kosong agar sirkulasi pengunjung makin lega. Program CSR menopang pengerjaan fisik, sementara tim pasar fokus mengawal pengawasan harian.
Jaga Kebersihan Lingkungan Demi Dongkrak Retribusi
Selain penataan lapak, pengelola pasar juga memprioritaskan aspek kebersihan lingkungan. Pengelola menyediakan tiga titik tempat sampah utama di bagian bawah pasar dan menjadwalkan pembersihan rutin setiap hari.
Meskipun pembenahan sampah malam hari masih menjadi tantangan lanjutan, kondisi pasar pada siang hari kini jauh lebih bersih dan nyaman.
“Kami berharap perubahan ini mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk berbelanja di pasar. Jika pengunjung meningkat, tentu retribusi pasar juga akan meningkat dan berdampak positif terhadap perekonomian para pedagang,” ungkap Hasyim.
(BekasiKab/IrfansyahRiza)



