CIAMIS,FOKUSJabar.id: Warga masyarakat mempercayai sosok Raden Suraita Kusumadinata sebagai Adipati atau Ngabehi pertama yang memimpin Kabupaten Ciancang pada masa silam. Pusat pemerintahan setingkat Kewadanan tersebut dahulu menaungi wilayah Munjul hingga Buniseuri.
Wilayah tersebut awalnya merupakan bagian teritorial Kerajaan Galuh. Seiring berjalannya waktu, Kerajaan Mataram menurunkan status kedudukannya menjadi Kabupaten yang kini bertransformasi menjadi Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.
Baca Juga: Bukan Sekadar Glowing, Kania Herdiat Ungkap Makna Perempuan ‘Menawan’ yang Sesungguhnya
Penggiat sejarah Desa Buniseuri, Cucu Ginanjar, menjelaskan bahwa Kerajaan Galuh mengutus langsung Raden Suraita Kusumadinata untuk memimpin wilayah tersebut.
“Kedudukan Raden Suraita masa itu setara dengan wedana yang membawahi beberapa kecamatan,” kata Cucu kepada para awak media, Rabu (22/7/2026).
Cucu menegaskan bahwa Kerajaan Galuh menaruh kepercayaan penuh kepada Raden Suraita untuk mengelola wilayah Buniseuri, Munjul, dan kawasan sekitarnya.
“Jabatan beliau itu setara dengan wedana yang artinya memiliki kewenangan yang cukup luas,” ucap Cucu.
Situs Makam Masih Terawat
Meskipun kepastian tahun kepemimpinannya masih memerlukan kajian ilmiah lanjutan, tutur tinular warga menempatkan Raden Suraita pada babak awal pembentukan pemerintahan lokal.
“Sebagai bukti keberadaan sejarah tentangnya, makam Adipati Suraita hingga kini masih ada dan terawat. Lokasinya berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Namas Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku,” jelas Cucu.
Cucu mengimbau masyarakat untuk melestarikan situs bersejarah ini serta menjadikannya bahan pembelajaran bagi para pemuda agar mereka memahami asal-usul daerahnya.
“Sejarah lokal seperti ini jangan sampai hilang. Ini bagian dari identitas kita sebagai masyarakat Buniseuri,” ungkap Cucu.
(Husen Maharaja)



