BANDUNG,FOKUSJabar.id: Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., memberikan instruksi tegas kepada para wisudawan dan alumni untuk selalu menjaga integritas. Pesan penting tersebut ia sampaikan langsung usai memimpin Wisuda Gelombang III tahun 2026 di Gedung Gymnasium UPI, Jalan Dr. Setiabudhi, Kota Bandung, Selasa (21/7/2026).
Pada perhelatan wisuda ketiga tahun ini, kampus pendidikan ternama tersebut resmi mengukuhkan 999 lulusan baru. Angka tersebut mencakup 25 lulusan jenjang doktoral (S3) dan 33 lulusan magister (S2). Kemudian 885 lulusan sarjana (S1), dua lulusan D4, serta 54 lulusan program profesi.
Baca JUga: Keran Air Mati 1 Tahun, Warga Beli Air dan Tetap Bayar Tagihan ke Perumda Tirtawening
Menjaga Diri dan Hati di Tengah Masyarakat
Prof. Didi meminta seluruh wisudawan agar tidak sekadar membawa manfaat bagi lingkungan sekitar, tetapi juga menunjukkan keteladanan nyata. Ia mengingatkan para lulusan untuk selalu menjaga diri dan mengendalikan hati agar terhindar dari perbuatan tercela.
“Saya titip kepada para wisudawan ini tidak hanya bermanfaat saja saat berada di masyarakat tetapi juga memberikan nilai yang bisa diteladani. Lulusan UPI harus mampu menjaga diri dan menjaga hati agar tidak terjerat hal yang tidak diinginkan, tidak hanya pintar tetapi juga harus punya integritas,” ujar Prof. Didi kepada para wartawan, Selasa (21/7/2026).
Menjadi Sosok Terpercaya dan Pemecah Masalah
Memperkuat pesan Ketua IKA UPI, Rektor menuntut alumni UPI untuk membentuk karakter yang mudah orang lain percaya. Sikap amanah tersebut harus memancar kuat, baik dalam skala keluarga, pertemanan, lingkungan kerja, hingga masyarakat luas.
“Harus juga memiliki kemampuan pemecah masalah atau problem solver serta kapabilitas yang tinggi sehingga bisa menjadi bekal untuk sukses di masyarakat,” jelasnya.
Hadirkan Solusi untuk Bangsa, Jangan Menyalahkan
Prof. Didi menuturkan bahwa para alumni harus memposisikan diri sebagai pembawa jalan keluar atas berbagai dinamika bangsa, bukan justru menjadi pemicu perselisihan baru.
“Daripada menyalahkan orang lain, lebih baik mencari solusi atas persoalan yang ada. Tidak harus menyalahkan pihak lain baik itu masyarakat atau pemerintah, tetapi alumni UPI harus muncul sebagai pemberi solusi,” tegas Prof. Didi.
(Ageng)



