spot_imgspot_img
Selasa 21 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Keran Air Mati 1 Tahun, Warga Beli Air dan Tetap Bayar Tagihan ke Perumda Tirtawening

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Warga RT05/08 Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Andir Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) mengaku kecewa dengan layanan Perumda Tirtawening.

Pasalnya, aliran air bersih di wilayah mereka tidak mengalir hingga setahun lebih. Namun tagihan abonemen tetap harus di bayar setiap bulan.

Salah seorang warga, Jumaiyah mengatakan, air PDAM di rumahnya sudah tidak mengalir sekitar satu tahun. Meski demikian, ia tetap membayar biaya abonemen karena masih tercatat sebagai pelanggan.

BACA JUGA:

Dosen STKIP Pasundan Ciptakan Olahraga Ketangkasan Bernuansa Sunda

“Kira-kira dudah setahun. Bayarnya tetap tiap bulan, walaupun airnya enggak ngalir,” kata Jumaiyah saat di temui, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, petugas Perumda Tirtawening sempat datang melakukan pengecekan. Namun, penjelasan yang di terima hanya menyebutkan debit air sedang berkurang. Sehingga distribusi ke wilayahnya belum maksimal.

Ia juga mengaku sempat di janjikan air akan mengalir setiap dua hari sekali. Namun, hingga kini janji tersebut tidak pernah terealisasi.

“Katanya dua hari sekali mengalir, tapi enggak ngocor juga. Padahal di depan ada sebagian yang sudah mengalir,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, Jumaiyah harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air setiap hari demi memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Tiap hari beli air satu roda. Bayar air PDAM juga, tapi enggak dapat air. Ya percuma bayar,” ungkapnya.

Keluhan serupa di sampaikan Heni, warga RW08. Ia mengaku sudah lebih dari enam bulan tidak mendapatkan aliran air PDAM.

Meski demikian, ia tetap membayar abonemen setiap bulan karena khawatir sambungan airnya di putus.

“Abonemen tetap di bayar. Mau gimana lagi, takutnya di setop,” kata Heni.

Heni mengungkapkan, selama layanan air tidak berjalan normal, ia terpaksa membeli air minum isi ulang dan sesekali membeli air bersih seharga Rp50 ribu per tangki kecil.

Dalam kondisi mendesak, ia bahkan memanfaatkan air dari masjid untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kalau untuk air minum saya beli isi ulang. Kadang-kadang beli satu roda Rp50.000. Atau kalau mendesak, kami ngambil dari air masjid,” katanya.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Percepat Pemasangan PJU, Jalan Soekarno-Hatta Jadi Prioritas Tekan Kriminalitas

Heni mengaku, warga telah berulang kali menyampaikan keluhan. Baik melalui pengurus RT/RW maupun langsung ke kantor Perumda Tirtawening di Jalan Badak Singa dan Jalan Arjuna. Namun hingga kini belum ada penyelesaian.

“Sudah beberapa kali lapor, tapi belum ada realisasinya. Petugas cuma datang foto meteran air, habis itu enggak ada penjelasan apa-apa,” ungkapnya.

Heni berharap, Perumda Tirtawening dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Mereka meminta distribusi air kembali normal atau setidaknya jadwal penggiliran air di jalankan sesuai dengan yang di janjikan.

“Harapannya air ledeng lancar, atau minimal kalau memang di atur debitnya, dua hari sekali ya benar-benar mengalir,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru