BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kondisi memprihatinkan menimpa aliran Sungai Ciwidey, tepatnya di kawasan Leuwi Kurey, Kabupaten Bandung. Air sungai yang biasanya mengalir jernih tiba-tiba berubah warna menjadi hitam pekat akibat dugaan pembuangan limbah industri.
Merespons laporan tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung mengambil tindakan tegas dan menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat untuk mengusut tuntas pelaku pencemaran lingkungan ini pada Jumat (17/7/2026).
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Dedi Mulyadi mengecam keras tindakan tidak bertanggung jawab yang merusak ekosistem sungai tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan siap menyeret pihak yang terlibat ke jalur hukum.
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Sebut Kecanduan Gawai Picu Penyakit Kronis pada Anak
“Siapa yang buang limbah menghitam begitu di Leuwi Kurey Sungai Ciwidey? Ayo ngaku! Ngaku enggak ngaku, kita akan proses hukum. Tim kita sudah berada di lokasi sekarang untuk mengambil sampel air. Nanti juga akan teridentifikasi siapa dalangnya,” tegas Dedi dengan nada berang.
Gubernur juga mengingatkan para pelaku industri di Jawa Barat agar mengelola operasional pabrik mereka dengan benar, terutama terkait sistem pengolahan air limbah.
“Jangan mau untung sendiri! Limbah itu dikelola dengan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang baik, jangan main buang-buang aja. Kamu kalau disuruh minum limbahnya mau enggak?” ketusnya.
Dedi berharap insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh sektor industri di Jabar agar memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
DLH Jabar Terjunkan Tim PPLH dan Uji Sampel Laboratorium
Sementara itu, Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, memastikan bahwa jajarannya bergerak cepat sesaat setelah menerima informasi mengenai pencemaran di Leuwi Kurey. Tim Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) telah diterjunkan ke lapangan untuk menyisir bantaran sungai dan mencari titik awal pembuangan limbah.
“Tadi pagi kami mendapat informasi dan tim langsung turun ke lokasi. Petugas saat ini sedang menyisir area untuk mencari sumber utama dugaan pencemaran air limbah hitam tersebut,” kata Saadiyah, Jumat (17/7/2026).
BACA JUGA: Kabar Gembira, Dedi Mulyadi Umumkan Kelahiran Cucu Pertama dari Wakil Bupati Garut
Meski demikian, pihak DLH belum bisa memberikan keterangan lebih rinci mengenai jenis zat kimia atau nama perusahaan yang diduga kuat menjadi dalang di balik peristiwa ini. Saadiyah menjelaskan bahwa pembuktian secara ilmiah memerlukan waktu.
“Masih on process (sedang berjalan). Kami harus melakukan pengujian laboratorium secara klinis terhadap sampel air untuk mengetahui kandungan pastinya. Namun yang pasti, tim PPLH DLH Jawa Barat sudah mengawal penuh kasus ini di lapangan,” pungkasnya.
(Anthika Asmara)



