spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lepas KKN Kolaboratif 2026, Dian Yanuar Ajak Enam Kampus Bangun Desa di Kuningan

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, melepas ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tahun 2026 di Aula Lantai 3 Arya Kamuning Setda, Rabu (15/7/2026). Universitas Kuningan menginisiasi program ini sebagai momentum penting untuk menyatukan gerak enam perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa melalui pengabdian masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun daerah, melainkan membutuhkan sinergi kuat dari berbagai pihak. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut kolaborasi nyata demi menghasilkan solusi yang efektif.

Baca Juga: PHK di Kota Bandung Tembus 2.400 Orang, Disnaker Siapkan Pelatihan dan Padat Karya

“Saya sebagai Bupati tidak bisa membangun sendiri, harus ada kolaborasi. Kalau istilahnya bukan lagi pentahelix, tetapi hexahelix. Membangun daerah harus melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, media, dan seluruh elemen lainnya,” ujar Dian.

Ia menilai mahasiswa memegang peran strategis sebagai agen perubahan. Kaum muda ini memiliki gagasan segar, energi melimpah, serta inovasi baru yang bisa membantu mengurai berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Bupati Dian mengapresiasi tinggi tema KKN yang berfokus pada peningkatan literasi masyarakat pedesaan menuju desa yang sehat, unggul, sejahtera, mandiri, dan berwawasan global. Apalagi, fokus program seperti penanganan stunting, tata kelola sampah, dan digitalisasi UMKM sangat sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kuningan saat ini.

Rencana Besar Sektor Pangan dan Tantangan Sampah

Terkait sektor pangan, Dian membeberkan komitmen pemerintah daerah untuk menyulap Kuningan menjadi sentra sayuran sekaligus destinasi wisata belanja sayur. Otoritas setempat mewujudkan langkah tersebut melalui pembangunan Rumah Sayur di Cirendang yang akan segera beroperasi sebagai pusat pemasaran komoditas hortikultura lokal.

“Kuningan penghasil sayur, tetapi selama ini justru banyak dijual ke luar daerah. Ke depan saya ingin masyarakat bisa mendapatkan sayuran berkualitas langsung di Kuningan. Tahun depan cita-cita saya kita memiliki pasar sayur,” katanya.

Di sisi lain, Bupati juga menyoroti persoalan sampah yang menjadi tantangan serius bagi wilayahnya. Dengan jumlah penduduk mencapai 1,2 juta jiwa, volume produksi sampah di Kabupaten Kuningan melonjak hingga hampir 500 ton per hari saat akhir pekan. Sementara itu, kapasitas pengelolaan daerah saat ini masih berada jauh di bawah angka produksi tersebut.

Oleh karena itu, ia menaruh harapan besar agar mahasiswa KKN mampu mengedukasi warga mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, sekaligus menghadirkan inovasi teknologi pengelolaan lingkungan.

“Datanglah kaum kampus membawa perubahan, membawa energi baru, insight baru, dan terobosan baru. Saya berharap adik-adik bisa membantu mengurai persoalan sampah mulai dari desa,” ujarnya.

Mendorong UMKM Naik Kelas

Selain urusan lingkungan, Dian mendorong mahasiswa mendampingi para pelaku UMKM pedesaan agar mampu naik kelas. Mahasiswa bisa membantu menguatkan strategi pemasaran digital, branding produk, perbaikan kemasan, hingga pemanfaatan teknologi informasi agar produk lokal memiliki daya saing tinggi.

Ia menitipkan pesan mendalam agar mahasiswa selalu mengedepankan pendekatan humanis dan berupaya memahami kebutuhan riil warga selama menjalani masa KKN.

“Jangan menggurui. Banyak mendengar terlebih dahulu, baru mencari solusi. Bisa jadi yang dibutuhkan masyarakat berbeda dengan apa yang kita bayangkan,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, panitia pelaksana menjelaskan bahwa KKN Kolaboratif 2026 merupakan program perdana yang menyatukan enam kampus di Kabupaten Kuningan. Keenam institusi tersebut meliputi Universitas Kuningan, Universitas Al-Ihya Kuningan, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Universitas Bhakti Husada Kuningan, Politeknik Kesehatan KMC, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa akan mengabdi di desa-desa dengan tiga program unggulan utama. Yakni penanganan stunting, pengelolaan sampah berbasis inovasi ramah lingkungan, serta digitalisasi UMKM. Bahkan, Dian membuka peluang untuk mengucurkan dukungan pendanaan dari APBD. Jika program kolaboratif ini mampu menorehkan hasil nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

(Diskominfo Kuningan/Irfansyahriza)

spot_img

Berita Terbaru