spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ini Cara Kreatif Admin Medsos Majalengka Ubah Keluhan Warga Jadi Dialog Sehat

MAJALENGKA,FOKUSJabarid: Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Majalengka menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus bagi para pengelola media sosial (admin medsos) perangkat daerah di lingkungan Pemkab Majalengka. Mengusung tema “Mitigasi Sentimen Negatif Terhadap Pemerintah,” kegiatan ini berlangsung di Gedung Nyi Rambut Kasih, Rabu (15/7/2026).

Diskominfo merancang langkah strategis ini untuk memperkuat tata kelola komunikasi publik, sekaligus memuluskan langkah menuju visi besar “Majalengka Langkung Sae” melalui penciptaan ruang digital yang kondusif.

Baca Juga: Kuningan Job Fair 2026 Resmi Mulai, Bupati Minta Pencari Kerja Jangan Pilih-Pilih Lowongan

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Majalengka, Irwan, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran media sosial sebagai jembatan informasi yang sangat efektif guna menghubungkan pemerintah dan masyarakat. Namun, ia juga meminta para peserta bersikap realistis dalam membaca dinamika media sosial saat ini.

“Ruang publik digital tidak selalu ramah. Kritik, keluhan, bahkan disinformasi, hoaks, dan sentimen negatif adalah tantangan nyata yang kita hadapi setiap hari. Oleh karena itu, tema mitigasi sentimen negatif ini menjadi sangat krusial,” ujarnya.

Irwan menjelaskan bahwa mitigasi tersebut bukan berarti pemerintah bersikap anti-kritik atau ingin membungkam suara publik. Sebaliknya, mitigasi menuntut kecerdasan, kecepatan, dan ketepatan para admin dalam meredam kegaduhan, meluruskan kesalahpahaman, serta mengarahkan sentimen negatif menjadi ruang diskusi yang konstruktif.

Garda Terdepan Komunikasi Publik

Sebagai garda terdepan komunikasi publik Pemkab Majalengka, Irwan memberikan tiga instruksi penting agar seluruh admin medsos senantiasa Responsif dan Edukatif. Admin wajib merespons isu miring atau keluhan warga secara cepat menggunakan data valid yang berkualitas, santun, serta edukatif agar bola salju sentimen negatif tidak menggelinding semakin besar.

Selain itu, pengelola media sosial harus mengedepankan asas Kolaboratif. Manajemen media sosial instansi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Jika muncul isu lintas sektor, para admin harus segera berkoordinasi dengan Diskominfo atau OPD terkait agar menghasilkan narasi satu pintu yang selaras.

Terakhir, admin harus Proaktif Membangun Narasi Positif. Cara paling ampuh memitigasi sentimen negatif adalah dengan membanjiri ruang publik menggunakan kabar capaian positif, keberhasilan program kerja, pelayanan masyarakat yang humanis, serta promosi potensi daerah.

“Satu komentar negatif di masyarakat, apa salahnya balas dengan status positif, insyaallah sentimen negatif yang sedikit itu bisa tenggelam,” kata Irwan.

Kenalkan Metode D.A.M.P.I.N.G untuk 250 Admin Medsos

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Majalengka, Hj. Kusmiati, menyebutkan bahwa bimtek ini menghadirkan 250 peserta. Para peserta terdiri dari admin media sosial perangkat daerah, kecamatan, UPTD, hingga UPT Puskesmas se-Kabupaten Majalengka.

Guna memberikan pembekalan yang komprehensif, Diskominfo Majalengka mengundang narasumber ahli dari Diskominfo Provinsi Jawa Barat. Panitia mengemas acara ini secara interaktif agar para peserta dapat bertukar pikiran serta memperkuat jejaring komunikasi secara optimal.

Narasumber dari Diskominfo Jabar, Tommy Sutami, berharap para admin media sosial tampil lebih cakap dalam mengemas pesan-pesan pemerintah di era transformasi digital ini. Ia menyarankan para admin menerapkan Sistem D.A.M.P.I.N.G, yaitu Deteksi, Analisis Risiko, Mediasi Risiko, Pendampingan, Intervensi Krisis, dan Negosiasi Batas.

“Admin dituntut mampu mengubah informasi birokrasi menjadi konten yang kreatif dan mudah dipahami masyarakat,” jelas Tommy.

Kegiatan ini memicu respons positif dan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Salah satu perwakilan admin medsos dari kecamatan, Elsa, mengungkapkan bahwa materi bimtek ini menjawab langsung tantangan nyata yang ia hadapi di lapangan.

“Selama ini kami sering bingung bagaimana cara merespons keluhan warga di kolom komentar agar tidak memicu perdebatan yang lebih panjang. Melalui bimtek ini, kami diajarkan cara merespons secara taktis, santun, dan berbasis data. Strategi ‘keroyokan’ narasi positif yang disampaikan Pak Kadis juga sangat menginspirasi. Tujuannya agar kami bisa saling mendukung antar-instansi di ruang digital,” tuturnya.

(Diskominfo Majalengka/IrfansyahRiza)

spot_img

Berita Terbaru