spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DLH Akhirnya Sedot Cairan Limbah Hitam di Pantai Barat Pangandaran, Ini Penyebab Utamanya!

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangandaran mulai menyedot genangan cairan limbah di saluran drainase kawasan Pantai Barat Pangandaran, Rabu (15/7/2026). DLH mengambil langkah cepat ini setelah publik gencar menyoroti genangan limbah di kawasan wisata tersebut karena berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

Petugas mengerahkan mobil penyedot milik pemerintah dalam aksi bersih-bersih ini. Selanjutnya, armada tersebut mengangkut cairan limbah menuju Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Purbahayu untuk menjalani proses pengolahan lebih lanjut.

Baca Juga: Kuasa Hukum Menduga Ada Pemalsuan SKMHT di Balik Eksekusi Rumah Pangandaran

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Pangandaran, Endang Nur Aini, menyebutkan beberapa titik genangan yang masuk skala prioritas petugas.

“Genangan air yang tampak besar ada empat titik. Sampai ke ujung totalnya ada tujuh titik. Selain genangan, di saluran juga banyak sampah plastik karena tertutup rimbunnya daun-daun,” kata Endang.

Endang menjelaskan satu unit mobil penyedot tersebut mampu menampung kapasitas hingga tiga meter kubik. Dalam sehari, armada ini sanggup mengangkut cairan limbah sebanyak tiga kali pengangkutan atau setara dengan 10 meter kubik.

“Setelah disedot, limbah dibuang ke IPLT di TPA Purbahayu. Kapasitas mobil tiga kubik. Hari ini paling bisa tiga kali angkut atau sekitar 10 kubik,” ujarnya.

Sangat Bergantung pada Pasang Surut Laut

Namun, kelancaran proses pembersihan ini sangat bergantung pada kondisi pasang surut air laut. Petugas tidak bisa mengoperasikan mesin penyedot saat air laut pasang karena air asin tersebut akan menerobos masuk ke saluran drainase dan bercampur dengan genangan limbah.

“Kapan selesainya kita lihat kondisi laut. Kalau air pasang kami tidak bisa menyedot karena nanti bercampur dengan air laut. Kalau sedang tidak pasang, baru bisa dilakukan penyedotan,” katanya.

Endang menegaskan bahwa penyedotan berkala saja tidak cukup untuk menuntaskan persoalan genangan di drainase Pantai Barat ini secara permanen. Ia menunjuk kebiasaan warga atau pelaku usaha yang membuang limbah domestik secara langsung ke saluran pembuangan sebagai biang keladi masalah ini.

“Ini bisa terjadi karena masih banyak kegiatan yang limbah domestiknya dibuang langsung ke drainase,” ujarnya.

DLH berharap aksi pembersihan ini mampu menekan tingkat pencemaran di destinasi wisata andalan Pangandaran tersebut. Kendati demikian, solusi jangka panjang tetap menuntut kesadaran para pelaku usaha dan warga sekitar agar mereka mengolah limbah domestik terlebih dahulu melalui sistem yang benar, alih-alih langsung mengalirkannya ke saluran drainase umum.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru