spot_imgspot_img
Rabu 1 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tak Banyak yang Tahu, Kadis Disdikpora Pangandaran Pernah Nyaris Berseragam Persib

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Masyarakat luas mengenal Soleh Supriadi sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran. Namun, jarang ada yang mengetahui bahwa birokrat berpenampilan rapi ini merupakan mantan pesepak bola tangguh yang hampir saja berseragam Persib Bandung pada era 1990-an.

Soleh mengawali karier lapangan hijaunya dari level terbawah. Ia merupakan andalan klub lokal San Pasko Kalipucang, sebuah tim sepak bola legendaris yang merajai wilayah Pangandaran Selatan pada masanya.

Baca Juga: SMKN 1 Pangandaran Resmi Jadi SMK Maung, Nilai di Bawah 80 Gugur

Lolos Seleksi Djarum Super dan Masuk Jalur Utama Persib

Bakat mengolah si kulit bundar membawa Soleh ke panggung yang lebih tinggi. Ia berhasil lolos seleksi Djarum Super, sebuah ajang bergengsi untuk menyaring talenta muda berbakat di Jawa Barat.

Prestasi tersebut mengantarkan Soleh menembus jajaran pemain Produta Bandung pada tahun 1994. Kala itu, Produta merupakan tim Divisi Utama sekaligus jalur rekrutmen paling potensial untuk menembus skuad utama Pangeran Biru selain klub UNI.

“Dulu pencarian pemain Persib mengambilnya dari Produta atau UNI. Saya berhasil masuk ke Produta tahun 1994,” kenang Soleh saat menceritakan masa lalunya, Rabu (1/7/2026).

Selama menghuni mes Produta Bandung, Soleh tinggal satu asrama dengan penyerang tajam asal Kalipucang, Sutiono Lamso. Sejarah mencatat Sutiono lebih dulu bersinar hingga akhirnya Persib Bandung meminangnya menjadi striker utama yang melegenda.

“Sutiono akhirnya naik ke Persib Bandung. Nah, nasib saya tidak seberuntung Sutiono. Saya akhirnya memilih jalan lain karena mendapatkan kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mengabdi sebagai pelayan publik,” jelasnya.

Alihkan Sepatu Bola ke Biliar dan Kebijakan Olahraga Usia Dini

Faktor usia membuat Soleh kini menepi dari lapangan hijau kompetitif. Ia memilih jenis olahraga yang lebih ramah fisik untuk menjaga kebugaran tubuhnya sehari-hari.

“Sepak bola dengan kondisi umur dan tubuh saya sekarang terasa sangat berat. Saya sekarang menyukai padel dan biliar. Fokus utama saya saat ini adalah olahraga biliar,” tutur Soleh.

Meskipun sudah menanggalkan sepatu bola, kecintaan Soleh terhadap dunia sepak bola tidak pernah pudar. Ia menyalurkan gairah tersebut lewat kebijakan strategis dinas, salah satunya memberikan dukungan penuh bagi sekolah sepak bola (SSB) usia dini di Pangandaran.

Secara khusus, Soleh menaruh perhatian pada kehadiran SSB Persib Junior di Kecamatan Mangunjaya yang baru berdiri kurang dari satu tahun. Ia memuji kualitas anak-anak usia SD dan SMP di sana yang sudah menunjukkan teknik bermain bola di atas rata-rata.

Soleh menegaskan bahwa ia tidak ingin SSB di Pangandaran sekadar menjadi wadah kegiatan ekstrakurikuler pengisi waktu luang. Ia bermimpi SSB bertransformasi menjadi pabrik pencetak bibit unggul. Targetnya, talenta-talenta muda asli Pangandaran mampu menembus kompetisi kasta utama tingkat provinsi, nasional, bahkan hingga merambah ke level internasional.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru