spot_imgspot_img
Sabtu 27 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sekolah Sungai Cimanuk Bantu 92 Siswa Kurang Mampu, Bupati Garut Kemana?

GARUT, FOKUSJabar.id: Berawal dari kepedulian sekelompok orang, Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) Garut Jawa Barat (Jabar) kini menjelma menjadi wadah untuk memberdayakan anak-anak dari kalangan kurang mampu.

Sekolah Sungai Cimanuk menyekolahkan 92 anak putus sekolah dari keluarga kurang mampu yang tersebar di wilayah selatan. Sayangnya, program sosial tersebut masih minim perhatian Pemerintah Daerah (Pemda).

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Sosialisasi Peduli Api

SSC resmi berdiri dan beraktivitas tahun 2021 setelah memperoleh legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Sejak saat itu, berbagai programnya telah memberi dampak signifikan bagi masyarakat.

Kepala Sekolah Sungai Cimanuk Wilayah Bayongbong, Yanto Rangkuti di dampingi Direktur SSC Garut, Mulyono Khaddafi mengatakan, pihaknya mendorong anak-anak agar mampu membangun masa depan yang lebih baik.

“Kami bantu anak-anak dari keluarga yang hidup dalam kemiskinan. Mulai dari perlengkapan sekolah hingga uang saku,” kata Yanto kepada FOKUSJabar, Sabtu (27/6/2026).

Dia menyebut, awalnya berfokus pada edukasi lingkungan yang berpusat serta aktif mengkampanyekan pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui aksi penanaman pohon keras, edukasi publik dan mitigasi bencana.

Sekolah Sungai Cimanuk Garut fokusjabar.id
Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Khaddafi

Namun seiring berjalannya waktu, pihaknya terpanggil untuk membantu anak-anak putus sekolah karena terbentur ekonomi.

“Berangkat dari keprihatinan melihat banyak anak-anak putus sekolah, kami bantu mereka agar punya masa depan yang lebih baik,” ungkap Yanto.

Upaya SSC menyekolahkan anak-anak kurang mampu menuai apresiasi warga. Tokoh masyarakat Desa Garumukti Kecamatan Pamulihan, Yanti meminta Pemda Garut gerak cepat membantunya.

BACA JUGA:

Ahmad Bajuri Bicara Tegas Soal Pemekaran Garut Utara

Salah satu penerima manfaat asal Kampung Neglasari RT02/04, Desa Mekarsari  Kecamatan Bayongbong, Galih Muhamad Firmansyah mengaku hampir putus sekolah karena orang tuanya seorang buruh tani.

“Alhamdulillah, Saya bisa sekolah karena bantuan Sekolah Sungai Cimanuk,” singkatnya.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru