CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sebanyak 1.486 petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) mulai menyisir seluruh wilayah Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) untuk mendata sekitar 180 ribu unit usaha.
Pendataan yang berlangsung hingga akhir Agustus mendatang itu di harapkan mampu menghadirkan potret terbaru aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
BACA JUGA:
Mahasiswa Ciamis Kritik Program MBG dan Kebijakan Pusat, Tuntut Tata Kelola Dibenahi
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di tandai dengan apel gabungan sekaligus pencanangan di Halaman Pendopo Bupati Ciamis, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut di hadiri unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis, Ahmad Luqman mengatakan, seluruh petugas telah di bekali pelatihan sebelum di terjunkan ke lapangan.
Dari total 1.486 petugas, sebanyak 1.310 orang bertugas melakukan pendataan. Sedangkan 176 lainnya bertugas sebagai pemeriksa lapangan.
“Persiapan sudah kami lakukan, baik dari sisi logistik maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Seluruh petugas telah mengikuti pelatihan selama tiga hari dan kini siap melaksanakan pendataan di wilayah tugas masing-masing,” ujarnya.
Menurut Ahmad Luqman, kegiatan pendataan telah di mulai sejak 15 Juni dan di jadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Selama sekitar 63 hari efektif di lapangan, setiap petugas di targetkan mendata sedikitnya 10 unit usaha setiap hari.
Ia menjelaskan, target pendataan di Kabupaten Ciamis mencapai sekitar 180 ribu unit usaha. Angka tersebut meningkat hampir 30 persen di banding hasil Sensus Ekonomi 2016 yang mencatat sekitar 137 ribu usaha.
“Kita melihat pertumbuhan aktivitas usaha cukup signifikan dalam satu dekade terakhir. Nanti hasil akhirnya akan di ketahui setelah seluruh pendataan selesai. Bisa saja jumlahnya lebih besar dari target yang telah di tetapkan,” katanya.
Sebelum melakukan pendataan, setiap petugas di wajibkan berkoordinasi dengan pemerintah desa atau kelurahan serta ketua RT setempat untuk mengenali wilayah kerja.
Langkah tersebut di lakukan agar tidak ada rumah tangga maupun pelaku usaha yang terlewat dalam pendataan.
Selain mencatat keberadaan usaha, petugas juga akan mengumpulkan informasi mengenai jenis usaha, jumlah tenaga kerja, lama usaha berjalan hingga berbagai karakteristik lain yang menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat.
BACA JUGA:
Hajat Bumi Cariu di Ciamis Resmi Menyandang Status Warisan Budaya Tak Benda Nasional
Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana menilai, Sensus Ekonomi menjadi instrumen penting karena pemerintah membutuhkan data yang akurat dalam merumuskan kebijakan.
Menurutnya, perkembangan dunia usaha berlangsung sangat cepat sehingga data ekonomi harus terus di perbarui.
“Sensus ekonomi sangat di butuhkan. Pendataannya harus di lakukan secara akurat. Sehingga kita memiliki data yang presisi sebagai dasar mengambil keputusan ke depan. Terutama dalam bidang ekonomi yang perkembangannya sangat dinamis,” katanya.
Nanang yang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Bupati Ciamis menegaskan, pembangunan saat ini tidak lagi dapat mengandalkan perkiraan.
“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat, data yang lengkap menghasilkan program yang tepat sasaran dan data yang berkualitas akan menghasilkan pembangunan yang benar-benar di rasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan informasi yang benar saat di datangi petugas sensus.
“Kepada masyarakat kami berharap membuka diri terhadap kedatangan petugas. Sedangkan kepada petugas, datalah dengan hati, layani dengan ramah dan catat dengan benar,” pesannya.
Sekda Ciamis, Andang Firman Triyadi mengatakan, hasil Sensus Ekonomi akan menjadi pijakan penting dalam membaca arah perkembangan ekonomi daerah.
Menurutnya, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ciamis saat ini mencapai sekitar 3,57 persen. Namun pemerintah membutuhkan data yang lebih rinci agar kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kita harus mengetahui bagaimana perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat. Dari data itu kita bisa melihat sektor mana yang berkembang, apa yang di butuhkan pelaku usaha dan kebijakan apa yang harus di siapkan pemerintah,” kata Andang.
BACA JUGA:
Bupati Ciamis Jagokan Spanyol di Piala Dunia 2026
Ia menambahkan, sektor UMKM masih menjadi salah satu penyumbang terbesar perekonomian Kabupaten Ciamis. Karena itu, hasil sensus di harapkan mampu menjadi dasar dalam memperkuat sektor tersebut sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai tanda di mulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Ciamis, di lakukan pemasangan rompi dan kartu identitas petugas secara simbolis kepada perwakilan petugas sensus.
(Mia)



