BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.id: Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat gelar pelatihan vokasi berbasis agroforestri, 22 Juni-2 Juli 2026.
Kegiatan pelatihan vokasi berbasis agroforestri mendapat sambutan hangat Laskar Prabowo 08 DPC Kabupaten Garut. Bagaimana tidak, program yang di selenggarakan Kementerian Tenaga Kerja ini di nilai sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
BACA JUGA:
Ormas Laskar Prabowo 08 Soroti Garut Termiskin ke-2 di Jawa Barat
“Kegiatan ini sangat baik karena tertuang dalam delapan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” kata Sekretaris Laskar Prabowo 08 DPC Garut, Oky Nugraha Sosrowiryo.
Menurutnya, kegiatan berlangsung selama 11 hari dengan materi pelatihan yang di rancang sangat pas dengan kekayaan alam dan potensi ekonomi Garut. Di antaranya, keahlian barista, teknik pemanggangan kopi (roasting), budi daya kopi, budi daya ikan, pengolahan produk unggas hingga pengolahan produk susu.
“Sedikitnya 400 warga Garut yang akan di bekali keahlian ini. Namun hingga saat ini prosesnya masih berjalan bertahap dan belum seluruh peserta yang di tuju telah mengikuti kegiatan,” ungkapnya.
Pihaknya mengapresiasi inisiatif besar ini. Menurutnya, program seperti ini yang sangat di butuhkan masyarakat agar bisa naik kelas dan lebih sejahtera.
“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Ini langkah hebat pemerintah mewujudkan Asta Cita di daerah. Warga sangat antusias. Ilmu yang di dapat sangat berguna sekali,” katanya.
Karena manfaatnya sangat terasa dan kebutuhan warga masih sangat banyak, pihaknya berjanji akan membawa aspirasi ini langsung ke pucuk pimpinan nasional Laskar Prabowo 08.
Permohonan penambahan kuota akan di sampaikan langsung kepada Ketua Dewan Pembina Nasional (DPN), Hashim Djojohadikusumo (adik kandung Presiden Prabowo).
BACA JUGA:
Kadin Garut Rekrut Aktivis Antikorupsi, Pastikan Iklim Usaha Bersih dan Transparan
“Karena programnya sangat bagus dan potensi Garut masih sangat besar, meski kuota 400 ini pun belum selesai semua prosesnya, kami sudah bertekad memperjuangkan kuota tambahan. Nanti kami akan lapor langsung ke Pak Hashim Djojohadikusumo agar kuota untuk Garut di perbanyak,” tegas Oky.
“Kami ingin lebih banyak lagi warga Garut yang terampil, berusaha dan sukses. Ini cara kami mendukung penuh visi Pak Presiden membangun Indonesia dari daerah,” Dia menambahkan.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan. Di harapkan, dukungan yang terus mengalir akan membuka peluang lebih luas. Sehingga semakin banyak warga Garut yang mandiri dan berkontribusi bagi kemajuan daerah dan negara.
(Bambang Fouristian)



