spot_imgspot_img
Selasa 23 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tingkatkan Minat Baca, Disarpus Bekasi Kembangkan Layanan Pojok Baca Digital

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus mempercepat perluasan budaya membaca warga dengan meluncurkan berbagai fasilitas ruang baca modern yang mudah dijangkau. Salah satu langkah taktisnya yaitu menghadirkan Pojok Baca Digital (Pocadi) yang menempati area strategis di dalam Museum Gedung Juang, Desa Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan.

Melalui fasilitas gratis ini, masyarakat dari berbagai lapisan dapat berselancar membaca ratusan koleksi buku elektronik (e-book). Kehadiran Pocadi menjadi jawaban nyata pemkab dalam menyiasati pesatnya perkembangan teknologi informasi sekaligus mendekatkan sumber pengetahuan kepada publik.

Baca Juga: Program Kami Mendengar, Bupati Bogor Serap Aspirasi Sekolah dan Perkuat Kualitas Pendidikan

Guna memanjakan para pengunjung, Pocadi menyediakan gawai tablet mutakhir serta jaringan Wi-Fi gratis berkecepatan tinggi. Fasilitas pendukung tersebut membuat aktivitas menjelajahi halaman-halaman buku digital terasa lebih interaktif dan nyaman langsung di lokasi.

“Pocadi di Gedung Juang ini memang menitikberatkan pada penyediaan koleksi buku digital. Kami sengaja menyediakan buku fisik dalam jumlah yang lebih sedikit karena esensi utama Pocadi adalah mendongkrak angka literasi berbasis digital masyarakat,” jelas Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam, Senin (22/6/2026).

Program Pocadi sendiri merupakan buah sinergi manis antara Disarpus Kabupaten Bekasi dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dalam memperluas jangkauan literasi digital di wilayah penyangga ibu kota.

Gandeng Aksara Maya, Pemkab Bekasi Juga Sediakan Kegiatan Mendongeng untuk Siswa SD

Jaoharul mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan Pocadi bergulir sangat tinggi, terutama dari kelompok pelajar di kawasan Tambun dan sekitarnya. Banyak pengelola sekolah kini menjadikan Pocadi sebagai destinasi wisata edukasi favorit untuk para murid.

Menariknya, petugas perpustakaan tidak hanya menyuguhkan konten layar digital. Mereka secara berkala menggelar aktivitas non-digital yang ramah anak, seperti sesi story telling atau metode mendongeng interaktif.

“Kami sering menyambut rombongan sekolah yang membawa para siswanya ke Pocadi. Pada momen itulah, petugas kami menyajikan kegiatan mendongeng sebagai media edukatif untuk menyalurkan informasi sekaligus menumbuhkan kecintaan membaca sejak usia dini,” tambah Jaoharul.

Sejauh ini, tingkat kunjungan ke jaringan perpustakaan di Kabupaten Bekasi menunjukkan grafik yang cukup menggembirakan. Mayoritas pengunjung harian masih berstatus pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk itu, Pihaknya tengah merancang strategi baru guna memikat kelompok masyarakat umum, aparatur sipil negara (ASN), hingga mahasiswa agar mau memaksimalkan fasilitas ini.

Selain mengandalkan Pocadi fisik, Pihaknya memperkuat ekosistem digitalnya lewat aplikasi seluler bertajuk iBekasiKab. Pemkab menggandeng pengembang teknologi Aksara Maya untuk terus memasok dan memperbarui judul-judul buku elektronik teranyar ke dalam aplikasi tersebut.

Di sisi lain, pemkab tidak melupakan penguatan literasi konvensional. Mereka terus menambah volume dan ragam buku cetak demi mendongkrak angka Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Langkah pengadaan buku fisik ini menempuh dua jalur utama. Yakni penyerapan anggaran belanja daerah serta pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) lewat program hibah buku dari dunia usaha.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru