spot_imgspot_img
Senin 22 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Ciamis Jagokan Spanyol di Piala Dunia 2026

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa hingga ke daerah. Pemerintah Kabupaten Ciamis memastikan akan menggelar nonton bareng (nobar) akbar bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.7/4657/SJ yang mengimbau kepala daerah memfasilitasi dan menginisiasi kegiatan nobar pertandingan Piala Dunia 2026.

BACA JUGA:

Dari Defisit Rp8 Juta Menjadi Puluhan Miliar, Kisah Kebangkitan Baznas Ciamis Jadi Sorotan

Melalui surat edaran tersebut, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta gubernur, bupati dan wali kota menyiapkan lokasi-lokasi strategis serta ruang publik untuk penyelenggaraan nobar.

Pelaksanaannya di serahkan kepada masing-masing pemerintah daerah dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkab Ciamis sudah merencanakan kawasan depan Stadion Galuh sebagai pusat kegiatan nobar Piala Dunia 2026.

Lokasi tersebut di pilih setelah mempertimbangkan aspek keamanan, kenyamanan masyarakat serta perlindungan terhadap fasilitas publik.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengatakan, kegiatan nobar merupakan bentuk fasilitasi pemerintah agar masyarakat dapat menikmati atmosfer pesta sepak bola terbesar di dunia secara bersama-sama.

Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan itu juga di harapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami rencanakan di depan stadion dengan menutup akses jalan di sana. Jalannya memang jarang di lintasi kendaraan saat malam hari. Jadi cukup aman,” kata Herdiat usai menghadiri kegiatan di Gedung KH. Irfan Hielmy, Kompleks Islamic Center Ciamis, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, kawasan depan Stadion Galuh di nilai sebagai lokasi paling ideal untuk menampung antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan secara bersama-sama.

Selain memiliki area yang luas, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi relatif tidak padat pada malam hari. Sehingga tidak menimbulkan gangguan yang berarti bagi aktivitas masyarakat.

BACA JUGA:

Rumah Warga di Ciamis Ludes Dilalap Api, Kerugian Mencapai Rp150 Juta

Herdiat menjelaskan, Pemkab sengaja tidak memilih kawasan Alun-alun Ciamis sebagai lokasi nobar. Keputusan tersebut di ambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga fasilitas publik agar tidak mengalami kerusakan akibat tingginya jumlah penonton.

“Kami menghindari Alun-alun agar fasilitas publik di sana tetap terjaga dan tidak rusak,” katanya.

Saat ini, Pemkab Ciamis masih mematangkan konsep pelaksanaan nobar. Termasuk menentukan pertandingan yang akan di tayangkan. Tidak semua laga Piala Dunia akan di siarkan, melainkan pertandingan-pertandingan yang di perkirakan memiliki daya tarik tinggi dan mampu menyedot perhatian masyarakat.

“Kami akan melaksanakan nobar, tapi kita pilih pertandingan favorit yang menyedot animo publik. Rencana ini sudah kita siapkan untuk memberi ruang hiburan sekaligus menghidupkan ekonomi warga,” ungkap Herdiat.

Dia berharap, penyelenggaraan nobar akbar menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus peluang bagi PKL dan pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan selama berlangsungnya kegiatan.

Di tengah persiapan nobar tersebut, Herdiat juga mengaku ikut menikmati atmosfer Piala Dunia 2026. Ia menjagokan Spanyol sebagai kandidat kuat juara dunia tahun ini, meskipun mengakui persaingan berlangsung sangat ketat.

Menurutnya, Jepang menjadi salah satu tim yang patut di waspadai karena menunjukkan perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Jepang memang berat, apalagi di pertandingan terakhir nanti. Tapi untuk juara, saya pegang Spanyol,” pungkasnya.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru