spot_imgspot_img
Senin 22 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dari Defisit Rp8 Juta Menjadi Puluhan Miliar, Kisah Kebangkitan Baznas Ciamis Jadi Sorotan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis resmi melantik jajaran Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis Periode 2026–2031 di Gedung KH. Irfan Hielmy, Komplek Islamic Center Ciamis, Senin (22/6/2026). Agenda pengukuhan ini beriringan dengan Rapat Koordinasi dan Penguatan Kompetensi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Ciamis demi memperkokoh tata kelola dana umat hingga tingkat desa.

Bupati Ciamis menegaskan bahwa kepengurusan anyar ini memikul tanggung jawab besar untuk mendongkrak capaian penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Manajemen menargetkan angka pengumpulan menembus Rp30 miliar pada tahun ini, melompat dari realisasi periode sebelumnya yang mencatatkan angka sekitar Rp27 murni dari sumbangsih warga.

Baca Juga: Rumah Warga di Ciamis Ludes Dilalap Api, Kerugian Mencapai Rp150 Juta

“Panitia seleksi melaksanakan seluruh tahapan secara objektif dan tanpa intervensi dari pihak mana pun, sehingga kepengurusan baru ini merupakan hasil penyaringan terbaik. Kami optimistis jajaran baru mampu membawa kinerja Baznas Ciamis jauh lebih hebat daripada periode sebelumnya,” ujar Heridiat, Senin (22/6/2026).

Bupati menilai Ciamis menyimpan potensi zakat yang sangat melimpah namun belum mendapat garapan secara maksimal. Karakter masyarakat lokal yang merawat erat budaya gotong royong dalam rupa-rupa tradisi keagamaan—seperti perayaan Muludan, Muharaman, hingga Rajaban—menjadi modal sosial raksasa yang nilainya bahkan melampaui catatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Keberhasilan manajemen tata kelola ini bahkan memicu Baitul Mal Kota Subulussalam, Aceh, untuk datang langsung menggelar studi tiru. Herdiat menyebut pengurus UPZ desa memegang kunci utama karena mereka aktif bergerak mengajak kaum aghniya (hartawan) mengulurkan bantuan finansial bagi tetangga sekitar yang membutuhkan.

Apresiasi Ujung Tombak UPZ Desa: Kisah Pembalikan Defisit Kas Sejak 2019

Proses lahirnya lima pimpinan baru ini melewati fase seleksi terbuka yang melibatkan 14 peserta melalui ujian administrasi, penulisan makalah, hingga wawancara. Tim penguji kemudian menyaring 10 kandidat untuk mengikuti verifikasi akhir bersama Baznas Provinsi Jawa Barat sebelum menetapkan lima figur terpilih.

Wakil Ketua I Baznas Provinsi Jawa Barat mengingatkan para pejabat baru bahwa amanah ini bukan sekadar takhta seremonial. Amanah ini sebuah tanggung jawab mutlak yang wajib mereka pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT dan masyarakat luas.

Pihak provinsi juga mengapresiasi militansi para pengurus UPZ di tingkat desa. Mereka bekerja sukarela menjadi ujung tombak penyerapan dana umat tanpa menuntut upah materiil. Kepercayaan publik yang kokoh, transparansi manajemen, serta adopsi sistem digitalisasi menjadi pilar utama kesuksesan lembaga ini.

Jika kilas balik ke tahun 2019, kas internal Baznas Ciamis sempat terseok dan mengalami defisit anggaran sekitar Rp8 juta. Namun, kerja keras tanpa lelah dari segenap pengurus periode 2019–2026 berhasil membalikkan keadaan. Hingga menyulap institusi ini menjadi salah satu Baznas kabupaten terbaik di Indonesia dengan perputaran dana puluhan miliar rupiah per tahun.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru