spot_imgspot_img
Rabu 17 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sempat Dilanda KLB DBD, Desa di Ciamis Ini Kini Jadi Percontohan Nasional Kemenkes

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Berawal dari hantaman status Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD), warga Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sukses membalikkan keadaan. Tingginya partisipasi, kebersamaan, serta budaya gotong royong masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan kini mengantarkan desa tersebut menjadi pilot project (proyek percontohan) Kampung Bebas Jentik (KBJ). Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Buniseuri, Mimin Sutisna Daryanto, mengonfirmasi pencapaian luar biasa ini, Rabu (17/6/2026).

Mimin Sutisna memaparkan bahwa ledakan kasus DBD di Desa Buniseuri beberapa waktu lalu sempat menyita perhatian nasional. Skala kasus yang masif tersebut memaksa tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) turun tangan langsung ke wilayah tatar Galuh.

Baca Juga: PSGC Gabung Persib sebagai Tim Satelit, Balad galuh Minta Identitas dan Kuota Pemain Lokal Tetap Dijaga

“Tim dari Kemenkes RI mendatangi wilayah Desa Buniseuri guna menindaklanjuti secara serius laporan dari pihak PKM terkait ledakan status kejadian luar biasa tersebut,” jelas Mimin, Rabu (17/6/2026).

Mimin menuturkan, pasca-melaporkan temuan kasus, petugas PKM langsung menggelar penanganan darurat di lokasi kejadian. Tim medis meredam penyebaran penyakit sembari melacak akar permasalahan utama yang memicu penularan virus melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

“Hasil penelusuran lapangan menunjukkan bahwa petaka ini bersumber dari genangan air jernih di sekitar lingkungan hunian warga. Salah satu sarang nyamuk paling banyak mengemuka pada pot-pot bunga yang jarang mendapatkan pembersihan,” ucapnya.

Luncurkan Gerakan WANGI, Warga Buniseuri Ciamis Sulap Lingkungan Pakai Tanaman Pengusir Nyamuk

Setelah mengidentifikasi genangan air sebagai biang kerok sarang nyamuk, PKM Buniseuri langsung merajut kolaborasi erat dengan jajaran Pemerintah Desa Buniseuri. Kedua lembaga ini gencar menggelar sosialisasi masif guna mengedukasi warga agar konsisten merawat kebersihan lingkungan dari bibit penyakit.

Mimin memuji respons cepat dari masyarakat lokal. Warga secara sadar langsung mengubah perilaku dan menyepakati bahwa memutus rantai hidup jentik nyamuk merupakan langkah preventif terbaik.

Berkat kekompakan seluruh elemen masyarakat Desa Buniseuri, otoritas kesehatan mampu menanggulangi KLB DBD dalam waktu singkat. Kecepatan dan efektivitas penanganan berbasis swadaya inilah yang memikat apresiasi tinggi dari Kemenkes RI hingga menetapkan desa tersebut sebagai model KBJ nasional.

Guna mengunci kemenangan dari ancaman DBD, warga Desa Buniseuri kini menerapkan strategi alami yang unik. Masyarakat serentak menanam aneka tumbuhan herbal yang memicu aroma tidak sedap bagi nyamuk, seperti serai (lemongrass), kemangi (basil), lavender, geranium, hingga zodia di pekarangan rumah.

“Ikhtiar massal ini melahirkan inovasi baru bernama Gerakan WANGI, yang merupakan akronim dari Warga Anti Nyamuk-Gerakan Inspiratif. Tanaman-tanaman ini terbukti ampuh menghalau nyamuk sekaligus mempercantik lanskap desa,” pungkas Mimin.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru