CIAMIS,FOKUSJabar.id: Manajemen Persib Bandung resmi menetapkan PSGC Ciamis sebagai tim satelit yang akan bertarung sengit di kasta Liga 2 musim kompetisi 2026/2027. Melalui megaproyek kolaborasi ini, skuad Laskar Galuh bakal bertindak sebagai wadah pembinaan utama untuk menggembleng deretan pemain muda potensial sebelum melangkah masuk ke tim utama Maung Bandung.
Umuh menambahkan bahwa cetak biru (blueprint) ini mengacu pada program kerja jangka panjang yang telah CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita, rumuskan.
Baca Juga: Piala Dunia 2026, Marc Klok Jagokan Timnas Belanda
Mengutip dari JPNN Minggu (7/6/2026) lalu, Pihak Persib menginginkan jalur pembinaan serta jenjang karier atlet yang lebih terstruktur demi menjaga ketersediaan stok pemain lokal berkualitas secara berkelanjutan. Keberadaan PSGC sebagai tim satelit ini juga bertindak sebagai solusi jitu bagi para pemain muda yang membutuhkan menit bermain (match fitness) secara reguler sebelum siap mental bertarung di level tertinggi sepak bola nasional.
CEO PSGC Garansi Identitas Laskar Galuh
CEO sekaligus Manajer PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, menyambut positif kemitraan ini sebagai langkah krusial dalam menghadapi kerasnya persaingan Liga 2. Selain mendongkrak kedalaman aspek teknis tim, PSGC juga membidik keuntungan non-teknis berupa transfer ilmu dan pengalaman berharga dari Persib dalam mengelola klub sepak bola modern secara profesional.
Kendati memegang status baru sebagai tim satelit, Herdiat memberikan garansi mutlak bahwa manajemen akan tetap mempertahankan identitas asli klub. Ia memastikan nama besar PSGC Ciamis tidak akan berubah dan markas utama tim tetap berada di tatar Galuh.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Balad Galuh (kelompok suporter fanatik PSGC), Dian Ghozin, angkat bicara untuk mengawal momentum sakral ini. Pada dasarnya, barisan suporter menyambut positif kolaborasi antar-klub Jawa Barat tersebut, namun mereka melayangkan beberapa catatan krusial bagi kedua belah pihak.
Dian Ghozin menegaskan bahwa manajemen Persib maupun PSGC tidak boleh mengubah identitas asli klub kebanggaan warga Ciamis tersebut. Ia meminta agar nama besar PSGC Ciamis serta hak penggunaan Stadion Galuh sebagai homebase (markas utama) tetap bertahan secara mutlak.
Selain itu, jajaran pelatih harus tetap memberikan kuota khusus bagi talenta-talenta lokal asli Ciamis sebagai bentuk pembinaan akar rumput (grassroots).
“Kami mendukung langkah kerja sama ini, asalkan manajemen tetap mempertahankan identitas sakral klub. Nama PSGC Ciamis tidak boleh berubah, kami harus tetap bermain di Stadion Galuh. Kemudian tim wajib memberdayakan pemain lokal Ciamis demi masa depan sepak bola daerah,” tegas Dian Ghozin, Rabu (17/6/2026).
Solusi Finansial di Liga 2, Manajemen PSGC Ciamis Bidik Ilmu Tata Kelola Profesional Persib
Ghozin mengajak seluruh elemen suporter untuk berpikir realistis dalam memandang kondisi finansial internal klub saat ini. Barisan pendukung menaruh harapan besar agar jalinan kemitraan ini mampu menghadirkan solusi finansial yang nyata guna menyuntik biaya operasional tim. Terlebih, atmosfer persaingan di Liga 2 musim 2026/2027 ini terasa sangat berat dan kompetitif. Menyerupai ketatnya tensi kasta tertinggi Liga 1 beberapa tahun silam.
Di sisi lain, suporter juga menyepakati pernyataan CEO PSGC Ciamis Herdiat Sunarya terkait keuntungan non-teknis dari megaproyek kolaborasi ini. Melalui payung kerja sama dengan Maung Bandung, skuad Laskar Galuh mengantongi kesempatan emas untuk menyerap ilmu tata kelola klub secara modern dan profesional.
Manajemen PSGC dapat menimba pengalaman langsung dari Persib dalam berbagai aspek fundamental. Cakupan pembelajaran tersebut meliputi sistem manajemen pengelolaan keuangan (financial management) dan strategi pemasaran industri olahraga. Hingga teknis pelaksanaan pertandingan skala besar (match organization) di lapangan.
(Irfansyah Riza)



