TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya semakin mengerucut. Setelah melewati tahapan seleksi administrasi, empat kandidat kini memasuki fase asesmen yang menjadi penentu dalam proses seleksi terbuka jabatan tertinggi di kalangan aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Tasikmalaya.
Tahapan asesmen dilaksanakan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, Bandung, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: 546 Prajurit TNI Serentak Buka Tabungan Haji, BSI Tasikmalaya Siapkan Jalan ke Baitullah Sejak Muda
Proses ini merupakan bagian dari rangkaian open bidding yang digelar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk mengisi sejumlah jabatan strategis yang kosong akibat pejabat sebelumnya memasuki masa purnatugas.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tasikmalaya, Rudi Sonjaya Saehuri mengatakan, seleksi Sekda saat ini telah memasuki tahapan paling penting sebelum peserta mengikuti proses berikutnya.
“Seleksi terbuka Sekda sekarang sudah masuk tahap asesmen di BKD Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Empat Nama Bersaing Ketat
Empat peserta yang lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti asesmen jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya berasal dari latar belakang birokrasi yang berbeda.
Mereka adalah Kurniawan yang saat ini menjabat Kepala Biro Umum dan Keuangan Universitas Singaperbangsa Karawang, Roni Akhmad Sahroni selaku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) sekaligus Penjabat Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Rubi Azhara yang menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tasikmalaya, serta Soufian yang saat ini memimpin Kecamatan Bojongasih.
Keempat kandidat tersebut akan menjalani serangkaian pengujian untuk mengukur kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, integritas, hingga kesiapan mereka memimpin birokrasi daerah.
Posisi Sekda sendiri memiliki peran sentral dalam memastikan roda pemerintahan berjalan efektif. Karena itu, rancangan proses seleksinya sangat ketat dan melibatkan tim penilai independen.
Daya Tarik Jabatan Strategis
Selain jabatan Sekda, Pemkab Tasikmalaya juga membuka seleksi terbuka untuk tiga posisi lain, yakni Kepala Dinas Kesehatan, Asisten Administrasi Umum, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Dari hasil seleksi administrasi, terdapat 11 peserta yang lolos untuk jabatan Asisten Administrasi Umum, lima peserta untuk Kepala Dinas Kesehatan, dan enam peserta untuk jabatan Kepala DPMD.
Tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa jabatan strategis di lingkungan Pemkab Tasikmalaya memiliki daya tarik yang cukup besar. Selama masa pendaftaran yang berlangsung sejak 20 Mei hingga 4 Juni 2026, tercatat 44 orang mendaftarkan diri.
Para pelamar tidak hanya berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya dari Kota Blitar, Kabupaten Garut, Kabupaten Lahat, Kabupaten Samosir, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga kementerian.
Menurut Rudi, tingginya animo tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap sistem pengelolaan ASN yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Sistem Merit Jadi Andalan
Rudi menegaskan bahwa pelaksanaan seluruh proses seleksi berdasarkan prinsip sistem merit sesuai dalam regulasi manajemen ASN.
Ia menyebutkan, Kabupaten Tasikmalaya saat ini telah memperoleh predikat “Baik” dalam penerapan sistem merit berdasarkan penilaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan nilai 313 dan indeks 0,76.
Menurutnya, ada tiga aspek utama yang menjadi landasan dalam proses open bidding, yakni kualitas, kompetisi, dan kinerja.
“Melalui seleksi terbuka ini kami ingin memastikan pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi terbaik. Kemudian mampu memberikan kinerja optimal bagi daerah,” katanya.
Untuk menjamin objektivitas hasil seleksi, Pemkab Tasikmalaya melibatkan panitia seleksi yang terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan akademisi. Tim asesmen juga melibatkan tenaga profesional serta akademisi dari Universitas Padjadjaran (Unpad).
Hasil Akhir Awal Juli
Setelah menyelesaikan tahapan asesmen, peserta akan mengikuti rangkaian seleksi lanjutan hingga akhirnya panitia menetapkan kandidat terbaik untuk masing-masing jabatan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, hasil akhir seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama akan diumumkan pada awal Juli 2026.
(Farhan K)



