BANDUNG,FOKUSJabar.id: PT Bandung Infra Investama (BII) memastikan program penataan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) di Kota Bandung. Tetap berjalan meski di lakukan secara bertahap.
Saat ini, fokus utama di arahkan pada penyelesaian kesiapan jaringan bawah tanah sebelum kabel udara di putus dan di turunkan.
Direktur Utama PT BII, Asep Wawan Dharmawan mengatakan, pelaksanaan penataan yang semula di rencanakan di kawasan. Jalan Asia Afrika dan Jalan Sunda, untuk sementara di alihkan ke Jalan Merdeka dan Jalan Lembong.
Baca Juga: Lelang Bandung Zoo Masuk Tahap Penentuan
“Alhamdulillah, program pengendalian kabel udara sudah berjalan. Awalnya pekerjaan di rencanakan di kawasan Jalan Asia Afrika dan Jalan Sunda. Namun, pada 2 Juni kemarin lokasi pelaksanaan di alihkan ke kawasan. Jalan Merdeka dan Jalan Lembong terlebih dahulu,” kata Asep di Balai Kota Bandung Senin (8/6/2026).
Menurutnya, penataan kabel udara tidak dapat di lakukan sebelum seluruh infrastruktur pasif telekomunikasi di bawah tanah. Siap di gunakan oleh para operator jaringan. Karena itu, saat ini seluruh pihak masih berfokus menyelesaikan kesiapan jaringan bawah tanah.
“Sesuai Peraturan Wali Kota, kabel udara baru dapat di turunkan setelah seluruh infrastruktur pasif telekomunikasi. Di bawah tanah siap di gunakan. Karena itu, saat ini seluruh pihak sedang berkonsentrasi menyelesaikan kesiapan jaringan di bawah tanah terlebih dahulu dan terus berkoordinasi,”katanya.
Asep menyebut, dari total 36 ruas jalan yang masuk dalam program penataan kabel udara. Hingga saat ini baru dua ruas jalan yang di kerjakan, yakni Jalan Merdeka dan Jalan Lembong.
Asep menjelaskan, langkah tersebut di lakukan untuk memastikan proses migrasi jaringan dari udara ke bawah tanah. Berjalan lancar tanpa mengganggu layanan pelanggan.
“Saat ini fokus kami adalah memastikan seluruh operator telekomunikasi dan operator jaringan dapat terlebih dahulu memindahkan jaringannya ke bawah tanah. Setelah jaringan bawah tanah siap dan berfungsi, barulah kabel udara di atas dapat di putus. Dengan cara itu tidak akan terjadi gangguan layanan kepada pelanggan,”jelasnya.
Terkait Gangguan Layanan
Terkait gangguan layanan yang sempat terjadi di kawasan Merdeka-Lembong saat proses penataan berlangsung. Asep menduga hal itu terjadi karena masih ada jaringan yang terputus sementara jaringan cadangan di bawah tanah belum sepenuhnya siap.
Baca Juga: Irfan Hakim dan Hartono Soekwanto Ajak Puluhan Anak Difabel Nobar
“Kemungkinan saat itu ada beberapa jaringan yang terputus sementara jaringan cadangannya di bawah tanah belum sepenuhnya siap,” katanya.
Meski demikian, Asep memastikan proses penyempurnaan jaringan terus di lakukan. Saat ini, seluruh layanan publik saat ini sudah kembali berjalan normal tanpa gangguan berarti.
“Saat ini proses penyempurnaan masih berlangsung. Namun berdasarkan laporan yang kami terima, seluruh layanan publik saat ini dalam kondisi aman. Pembaruan terakhir juga menunjukkan tidak ada gangguan konektivitas maupun outage jaringan yang signifikan,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



