JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di jadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Cina dan Inggris pada pertengahan Juni 2026.
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkenalkan instrumen pembiayaan negara kepada investor internasional sekaligus memperkuat hubungan dengan pelaku pasar keuangan global.
BACA JUGA:
Bupati Garut-Delegasi Shizuoka Jepang Bahas Potensi Kopi
Langkah ini di lakukan di tengah kebutuhan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan pembangunan nasional.
Selain memperluas akses pendanaan, pemerintah juga berupaya meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang di nilai tetap memiliki fundamental yang kuat.
Kunjungan tersebut akan di fokuskan pada promosi surat utang negara kepada investor di dua pusat keuangan penting dunia.
Cina menjadi tujuan utama untuk memperkenalkan Panda Bond. Sementara Inggris di pilih sebagai lokasi pertemuan dengan investor global yang selama ini aktif berinvestasi di pasar keuangan internasional.
Panda Bond merupakan instrumen surat utang yang di terbitkan dalam mata uang yuan dan di pasarkan di pasar keuangan Cina.
Pemerintah melihat instrumen tersebut sebagai salah satu alternatif pendanaan yang dapat memperluas pilihan pembiayaan sekaligus membuka akses lebih besar ke investor di kawasan Asia.
Kunjungan tersebut tidak hanya di tujukan untuk memperkenalkan instrumen surat utang Indonesia kepada investor internasional. Tetapi juga untuk menyampaikan kondisi perekonomian nasional serta arah kebijakan yang sedang di jalankan pemerintah.
BACA JUGA:
Kunjungan Prabowo ke Prancis Bertepatan dengan Iduladha 1447 H
“Untuk meyakinkan bahwa memang kita menjalankan kebijakan ekonomi yang baik,” ujarnya.
Rencana penerbitan Panda Bond sendiri telah di siapkan sejak beberapa waktu terakhir.
Kementerian Keuangan menargetkan instrumen tersebut dapat di terbitkan pada Juni 2026 setelah melalui sejumlah tahapan persiapan dan koordinasi dengan berbagai pihak di Cina.
Sebelumnya, pada Rabu, 7 Mei 2026, Purbaya juga sempat menyinggung target penerbitan Panda Bond yang di rencanakan terealisasi pada Juni 2026.
Saat membahas persiapan instrumen tersebut, ia mengatakan, “Mungkin bulan depan (penerbitan Panda Bond), tetapi Pak Suminto sudah mengajak saya ke Cina.”
Pemerintah menilai keberadaan Panda Bond dapat membantu memperkuat struktur pembiayaan negara.
Melalui diversifikasi sumber pendanaan, Indonesia tidak hanya bergantung pada satu pasar atau kelompok investor tertentu dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN.
Pasar keuangan Cina di pandang memiliki potensi besar karena tingkat likuiditas yang tinggi serta basis investor yang luas.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperoleh sumber pembiayaan tambahan sekaligus memperluas jangkauan investor internasional yang berpartisipasi dalam surat utang negara.
Setelah menyelesaikan agenda di Cina, Purbaya di jadwalkan melanjutkan perjalanan ke Inggris.
BACA JUGA:
Prabowo Subianto: Rp5,5 Triliun Kekayaan RI Mengalir ke Luar Negeri
Dalam kunjungan tersebut, ia akan bertemu investor dan pelaku pasar keuangan guna memaparkan perkembangan ekonomi nasional serta menjelaskan berbagai kebijakan yang tengah di jalankan pemerintah.
Melalui promosi surat utang di Cina dan Inggris, pemerintah berharap dapat memperluas basis investor, memperkuat akses terhadap sumber pendanaan global serta menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
(Jingga Sonjaya)



