spot_imgspot_img
Selasa 2 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

‎Plaza Air Mancur Kumuh, Ikon Wisata Pantai Timur Pangandaran Tak Terawat 

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kondisi Plaza Air Mancur yang berada di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, saat ini sangat memprihatinkan. Ikon wisata yang sempat viral dan menjadi primadona pelancong tersebut kini menyuguhkan pemandangan kumuh, kotor, serta kehilangan fungsi utamanya.

Fasilitas publik ikonik ini tidak lagi menyemburkan atraksi air ke udara. Alih-alih menyuguhkan kesegaran, kolam di area plaza justru menampung genangan air yang menguning pekat. Sampah plastik juga tampak mengambang dan menumpuk di permukaan kolam, sehingga memperkuat kesan pembiaran dan ketiadaan perawatan dari pihak pengelola.

Baca Juga: Hajat Laut Pangandaran 2026 Ditiadakan, Penyebabnya Fenomena Langka yang Terjadi 30 Tahun Sekali

Padahal, publik mengenal infrastruktur ini sebagai magnet wisata unggulan di Pantai Timur Pangandaran. Saat masa jayanya, air mancur ini kerap membius mata pengunjung melalui pertunjukan visual malam hari, di mana semburan air menari indah berpadu sorotan cahaya lampu warna-warni.

Sebagai catatan, Plaza Air Mancur ini merupakan buah dari proyek megah revitalisasi tahap pertama kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur Pangandaran. Gubernur Jawa Barat kala itu, Ridwan Kamil, meresmikan langsung fasilitas estetik ini pada akhir Desember 2019.

Namun, memasuki enam tahun pasca-peresmian, kawasan rekreasi ini justru memanen sorotan tajam. Banyak pihak menyayangkan matinya mesin air mancur serta akumulasi kotoran yang merusak estetika ruang terbuka yang dulunya menjadi titik favorit wisatawan untuk bersantai dan berswafoto tersebut.

Wisatawan Kecewa dan Desak Pemerintah Aktifkan Kembali Ikon Pantai Timur

Kondisi buram ini memantik kekecewaan mendalam dari para pelancong yang berkunjung ke sana. Seorang wisatawan asal Kota Bandung, Hermawan (33), mengutarakan kekesalannya saat menyaksikan kemunduran drastis kualitas plaza tersebut jika dibandingkan dengan kondisi awal pembangunan.

“Iya kotor. Ini kalau air mancurnya masih aktif pasti lebih indah,” ujar Hermawan.

Hermawan meyakini bahwa operasional air mancur yang konsisten akan melipatgandakan daya pikat kawasan wisata Pangandaran, khususnya saat malam hari ketika pendar lampu hias mulai menyala.

“Kalau aktif lagi air mancurnya pasti bagus. Kalau malam, terang warna-warni,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa pemandangan kumuh ini berpotensi menggerus tingkat kenyamanan para pelancong yang mendatangi Pantai Timur Pangandaran.

“Ini sampah plastik juga dibiarkan, yang sekarang enggak enak dilihat,” pungkas Hermawan mengkritik lemahnya aspek kebersihan lingkungan di sana.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru