PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: SMK Negeri 1 Kalipucang Kabupaten Pangandaran menetapkan daya tampung 252 siswa untuk Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Kuota tersebut tersebar di tiga program keahlian dengan total tujuh rombongan belajar.
Berdasarkan data kuota yang di rilis sekolah, tiga program keahlian yang di buka adalah Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Kuliner, serta Desain Komunikasi Visual (DKV). Setiap rombel berisi 36 murid.
Rinciannya, program DPIB membuka 2 rombel dengan total 72 siswa, program Kuliner juga membuka 2 rombel dengan 72 siswa. Adapun DKV menjadi program dengan daya tampung terbanyak, yakni 3 rombel dengan 108 siswa.
Baca Juga: Gabung PSI, Langkah Politik Ino Darsono Dinilai Bisa Ubah Peta Politik Pangandaran
Jalur penerimaan di bagi dalam dua tahap. Tahap 1 terdiri atas jalur prestasi 55 persen dan mutasi 5 persen. Tahap 2 jalur afirmasi 40 persen.
Jalur prestasi 55 persen di rinci menjadi akademik 50 persen dan nonakademik 5 persen. Jalur akademik meliputi kelas industri 20 persen atau 51 kursi, nilai rapor 25 persen atau 63 kursi, serta bidang sains, teknologi, riset, inovasi 5 persen atau 12 kursi.
Sementara jalur nonakademik 5 persen terdiri dari ketua OSIS 1 persen atau 3 kursi dan bidang seni, budaya, olahraga 4 persen atau 10 kursi.
Untuk jalur mutasi 5 persen, alokasi pindah tugas orangtua 2 persen atau 5 kursi dan anak guru 3 persen atau 7 kursi.
Adapun tahap 2 jalur afirmasi 40 persen terbagi menjadi domisili terdekat 10 persen atau 25 kursi, keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) 25 persen atau 63 kursi, dan masyarakat berkebutuhan khusus (MBK) 5 persen atau 13 kursi.
Alokasi Terbanyak Jalur
Berdasarkan sebaran per program keahlian, DKV mendapat alokasi terbanyak di hampir semua jalur. Untuk kelas industri, DKV 21 kursi, DPIB 15 kursi, Kuliner 15 kursi. Untuk nilai rapor, DKV 27 kursi, DPIB dan Kuliner masing-masing 18 kursi. Di jalur afirmasi KETM, DKV 27 kursi, DPIB 18 kursi, dan Kuliner 18 kursi.
Ketua SPMB SMKN 1 Kalipucang Siti Azizah mengatakan, antusiasme pendaftar dari wilayah perbatasan Jawa Tengah sangat tinggi. Secara geografis, SMKN 1 Kalipucang berlokasi di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
”Karena posisi sekolah kita berada di wilayah perbatasan, banyak yang mendaftar dari wilayah Jateng. Terbukti sampai sekarang dari wilayah tersebut masih mendominasi,” ujar Siti Azizah, Selasa (2/6/2026).
Baca Juga: Wabup Pangandaran Ino Darsono Berlabuh Ke PSI Tuai Kritik
Salah satu wali murid, Tarsono, warga Desa Cimurutu, Patimuan, Cilacap, Jawa Tengah, sengaja mengantar anak perempuannya mendaftar ke SMKN 1 Kalipucang. Ia berharap anaknya di terima di sekolah tersebut.
”Mudah-mudahan bisa keterima sekolah di sini,” katanya.
Tarsono menjelaskan, jarak sekolah ke kediamannya lebih dekat di banding sekolah di wilayahnya. “Di tempat saya juga ada sekolah, tetapi kalau melihat jarak lebih dekat ke sini,” ujarnya.
Ia menambahkan, anaknya memiliki sejumlah prestasi di bidang olahraga. Prestasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk mendaftar lewat jalur nonakademik.
(Sajidin)



