GARUT, FOKUSJabar.id: Almarhum Agus Hamdani Ganda Sutisna (Agus Shinta) merupakan salah satu pelopor sekaligus pejuang pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Garut Utara.
Kiprah besar Dia tak pernah padam. Jejaknya hingga kini terus di lanjutkan oleh rekan seperjuangannya.
BACA JUGA:
Mengenang Uu Amarullah Sang Pejuang Sejati CDOB Garut Utara
Semasa hidupnya Agus Shinta punya prinsip yang mengakar. Di mana sebuah perjuangan besar tidak akan lahir dari kemudahan. Namun bakal tumbuh dari keberanian mengambil langkah pertama ketika jalan masih gelap, ketika harapan masih menjadi cita-cita dan ketika banyak pihak belum melihat kemungkinan besar yang akan terjadi di masa depan.
Perjalanan panjang perjuangan Daerah Otonomi Baru (DOB) Garut Utara di bangun oleh banyak tokoh, tenaga, pemikiran dan banyak pengorbanan.
Sebagai tokoh politik daerah yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan legislatif, Agus Shinta hadir bukan hanya sebagai bagian dari proses. Namun menjadi salah satu penggerak dalam mengawal arah perjuangan menuju lahirnya Kabupaten Garut Utara.
Pada fase perjuangan menuju lahirnya dukungan resmi pembentukan DOB Garut Utara, Dia merupakan pimpinan DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PPP,
Kala itu, Dia aktif membangun komunikasi politik, koordinasi serta konsolidasi lintas kekuatan demi mendorong percepatan proses pembentukan Kabupaten Garut Utara.
Dia bersama Enan (fraksi Gerindra) dan almarhumah Mas Yayu Siti Sapuro (Fraksi Demokrat) berada dalam fase awal perjuangan ketika gagasan Garut Utara belum menjadi perhatian luas.
Saat banyak pihak masih melihat dari kejauhan, mereka memilih bergerak bersama Deden Sopian (Fraksi Golkar), Taufik Hidayat (PAN) serta Dede Solehudin (PKS),
Mereka kompak membangun komunikasi intensif, koordinasi serta konsolidasi dengan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Garut di bawah komando Bupati Rudy Gunawan.
Dari proses tersebut lahir langkah-langkah strategis yang mendorong pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) sebagai bagian tahapan administratif pembentukan DOB Garut Utara.
Waktu itu, Dia bersama Enan dan Mas Yayu turut menjadi bagian penting yang memprakarsai pembiayaan kajian akademik Kapasitas Daerah (Kapasda) serta kajian kawasan ibu kota yang bersumber dari aspirasi 12 Anggota DPRD Dapil Garut Utara.
Langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam percepatan tahapan perjuangan DOB Kabupaten Garut Utara.
Dari kerja nyata itu lahir percepatan proses menuju Sidang Paripurna Persetujuan Bersama Pemda dan DPRD Garut pada Juni 2020.
Hasilnya menjadi bagian penting menuju tahapan persetujuan di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dalam perjalanan perjuangan tersebut, Agus Shinta mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra).
Dia berperan aktif sebagai mitra strategis PM Gatra di jajaran legislatif dan lintas partai politik.
BACA JUGA:
In Memoriam Sesep Kohar Tokoh Inspiratif CDOB Garut Utara
Peran tersebut menjadi bagian penting dalam membangun jembatan komunikasi, memperkuat konsolidasi perjuangan, memperluas dukungan politik serta menghubungkan aspirasi masyarakat Garut Utara dengan proses kebijakan dan pengambilan keputusan di tingkat pemerintahan.
Perjuangan besar tidak di bangun oleh satu nama. Tidak lahir oleh satu kelompok. Tidak tumbuh oleh satu generasi perjuangan. Kabupaten Garut Utara di bangun di atas pengorbanan para pejuang yang bekerja ketika belum banyak yang melihat.
Mereka yang hadir bukan ketika perjuangan telah menjadi perhatian banyak orang. Tetapi ketika perjuangan masih membutuhkan keberanian, tenaga, pemikiran, pengorbanan serta keyakinan.
Karena sejarah yang jujur tidak di tulis oleh siapa yang paling keras mengaku berjasa. Sejarah di tulis oleh mereka yang hadir, bekerja, mengawal, memperjuangkan dan mengorbankan waktu serta tenaga demi cita-cita masyarakat.
BACA JUGA: Adang Hambali “Gunung Pananggeuhan” Perjuangan DOB Garut Utara
Agus Hamdanimenjadi bagian dari jejak perjuangan itu. Jejak yang tidak di bangun oleh kata-kata. Tetapi oleh langkah nyata.
Dan langkah itu akan selalu tercatat dalam perjalanan panjang perjuangan lahirnya Kabupaten Garut Utara.
(Bambang Fouristian)



