GARUT, FOKUSJabar.id: Sesep Kohar (alm) merupakan salah satu tokoh inspiratif dalam sejarah perjuangan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Garut Utara Jawa Barat (Jabar).
Namanya di kenal sebagai tokoh yang lahir dari basis pemerintahan desa, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dengan dedikasinya terhadap kemajuan Garut Utara.
BACA JUGA:
Adang Hambali “Gunung Pananggeuhan” Perjuangan DOB Garut Utara
Perjuangan gagasan CDOB Kabupaten Garut Utara pada masa awal tumbuh dari semangat musyawarah dan konsolidasi akar rumput yang dimotori Sesep Kohar bersama Uu Amrullah (alm) dan Idit.
Mereka menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dengan para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi dan berbagai unsur masyarakat Garut Utara.
Salah satu dasar pemikiran perjuangan yang di bawa Sesep Kohar adalah mewakili perasaan dan aspirasi banyak kepala desa serta masyarakat Garut Utara.
Mereka merasa selama bertahun-tahun mengalami ketimpangan pembangunan serta kurang memperoleh perhatian yang proporsional dalam arah pembangunan Kabupaten Garut.
Menurut pandangan Dia, Garut Utara memiliki potensi besar dalam bidang sejarah, budaya, pertanian, perdagangan, pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM). Namun sayangnya belum memperoleh percepatan pembangunan yang seimbang di banding wilayah lainnya.
Bagi Dia, perjuangan pembentukan CDOB Kabupaten Garut Utara bukan sekadar persoalan administratif pemekaran wilayah. Tetapi merupakan perjuangan moral dan konstitusional untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan, mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat aspirasi masyarakat serta mengangkat kembali harkat sejarah dan peradaban Garut Utara.
Semasa hisupnya, Sesep juga kerap menyampaikan bahwa wilayah Garut Utara. Khususnya Kecamtan Balubur Limbangan memiliki posisi historis penting sebagai salah satu cikal bakal Kabupaten Garut.
Dalam perjalanan sejarah, Limbangan pernah menjadi pusat pemerintahan sebelum ibu kota Kabupaten pindah ke wilayah Garut pada tahun 1813 (masa kolonial Hindia Belanda).
Kesadaran sejarah tersebut menjadi salah satu semangat perjuangan yang terus di bangun kepada masyarakat. Di mana Garut Utara bukan wilayah pinggiran tanpa sejarah. Melainkan daerah yang memiliki akar peradaban dan kontribusi besar dalam sejarah lahirnya Kabupaten Garut.
BACA JUGA:
“Singa Limbangan” Pemberi Mandat Perjuangan CDOB Garut Utara
Dalam perjalanan perjuangannya, kala itu rumah pribadi Dia di Cigagade menjadi salah satu pusat sekretariat perjuangan tempat merumuskan hingga persiapan menuju Deklarasi Kabupaten Garut Utara.
Rumah Dia menjadi ruang perjuangan yang terbuka bagi berbagai elemen masyarakat yang memiliki cita-cita bersama untuk mendorong lahirnya Kabupaten Garut Utara.
Sesep Kohar juga di kenal sebagai pribadi yang aktif membangun komunikasi sosial, pendidikan masyarakat, pemberdayaan desa dan perjuangan aspirasi wilayah.
Semangat perjuangannya lahir dari keyakinan bahwa masyarakat Garut Utara memiliki hak untuk memperoleh pemerataan pembangunan, pelayanan pemerintahan dan masa depan wilayah yang lebih baik.
Yang tak kalah pentingnya, Dia pemilik semangat musyawarah, keberanian membangun gagasan serta kemampuan menggerakkan masyarakat dari tingkat akar rumput.
Dedikasinya dalam dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan dan perjuangan CDOB menjadikan Dia sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan Garut Utara.
BACA JUGA:
Paradigma Baru Fase Akhir Perjuangan CDOB Garut Utara
Sesep Kohar tutup usia pada 19 Desember 2013. Namun, semangat, pemikiran dan jejak perjuangannya tetap hidup dan di lanjutkan. Salah satunya oleh Leli Heliawati (istri almarhum) sebagai Ketua Bidang Humas dan Informasi PM Gatra.
(Bambang Fouristian)



