spot_imgspot_img
Minggu 31 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perjuangan Didin Umarzen Sang Pengarah Garut Utara Tetap Dikenang

GARUT, FOKUSJabar.id: Almarhum Didin Umarzen (Raden Didin) merupakan salah satu figur sentral perjalanan panjang perjuangan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Garut Utara.

Dia berpendapat, perjuangan besar tidak lahir dalam satu malam. Namun tumbuh dari gagasan, kesabaran, pengorbanan serta orang-orang yang bersedia berdiri ketika jalan perjuangan masih panjang dan belum tentu berhasil.

BACA JUGA:

Mengenang Uu Amarullah Sang Pejuang Sejati CDOB Garut Utara

Raden Didin di kenal sebagai tokoh masyarakat, pengusaha, pendidik sekaligus sosok yang ikut meletakkan dasar perjuangan Garut Utara sejak fase awal.

Perannya tidak hanya sebatas dukungan moral. Namun Dia ikut membangun arah perjuangan, memperkuat gagasan, menyatukan pemikiran serta mendorong langkah awal perjuangan menuju jalur kelembagaan.

Pada fase awal perjuangan, berbagai pembahasan, konsolidasi, penguatan arah serta penyatuan langkah perjuangan mengalami banyak perubahan.

Rumah makan miliknya di Cigawir Kecamatan Selaawi menjadi tempat berkumpul para tokoh Garut Utara (pemrakarsa gagasan besar perjuangan CDOB).

Mulai dari tokoh masyarakat, agama, budaya, kepala desa, unsur BPD, akademisi, pelaku usaha, aktivis sosial serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Tempat tersebut bukan sekadar ruang usaha. Namun menjadi ruang gagasan, diskusi, persatuan pemikiran dan saksi lahirnya fase awal perjuangan besar Garut Utara.

Di ruang sederhana itulah berbagai pandangan di pertemukan, pemikiran di pertajam dan berbagai perbedaan di satukan menjadi semangat bersama. Di sana juga tumbuh konsolidasi gagasan, lahir penguatan arah perjuangan, semangat kebersamaan.

Para tokoh yang turut membersamai fase awal perjuangan di antaranya, KH Amin Muhyiddin, Holil Aksan Umarzen, Usep Romli HM (alm), Adang Hambali, HJ Neneng Siti Rohmat,  Sesep Kohar (alm), Uu Amrullah (alm), Aep Saepudin, Dede Nurohim (alm), KH Cecep Mutaqin, Aceng Fauzi, Aas Kosasih, Leli Heliawati, Iif Syafei, Tatang Abd Basyit, Furkon, Tata Ansori, Bambang, Idit, KH Uus Assunan  serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Holil Aksan Umarzen di daulat menjadi Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) sebagi tindak lanjut estafet perjuangan yang telah di bangun bersama.

Dia turut menjadi pengarah deklarasi perjuangan serta bagian dari pengusul awal penyampaian perjuangan kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRD Garut.

Pasca-deklarasi perjuangan di Komplek Pemakaman Situs Sunan Cipancar, Dia bersama KH Amin Muhyiddin mengusulkan pembentukan Tim Perumus Perjuangan.

Tujuannnya agar perjuangan tidak hanya berjalan karena semangat. Namun memiliki konsep, tahapan, arah serta strategi perjuangan yang terukur.

BACA JUGA:

In Memoriam Sesep Kohar Tokoh Inspiratif CDOB Garut Utara

Dia berpendapat bahwa perjuangan besar tidak cukup hanya dengan niat baik. Namun perjuangan butuh pengorbanan, konsistensi, kesabaran dan orang-orang yang tetap bertahan ketika keadaan belum mudah.

Dalam PM Gatra, Raden Didin mengemban amanah Wakil Ketua Dewan Penasihat.

Di luar perjuangan Garut Utara, di kenal sebagai pengusaha yang tumbuh dari pengalaman panjang pendidikan, usaha, organisasi serta pengabdian sosial.

Dia tercatat sebagai salah satu pendiri Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo).

Jejak pengabdiannya menunjukkan bahwa membangun bukan hanya tentang usaha. Tetapi juga tentang memberi manfaat, membuka jalan, membantu tumbuhnya harapan.

Dalam perjuangan Garut Utara, pengorbanannya tidak hanya hadir dalam bentuk gagasan maupun pemikiran. Dia ikut memberikan tenaga, waktu, perhatian dan pengorbanan moral. Bahkan dukungan material dan immaterial demi menjaga perjuangan tetap berjalan.

Semangat perjuangannya berjalan seiring dengan visi luhur “Limbangan Ngadaun Ngora.”

Semangat pembaharuan yang tetap berpijak pada sejarah, menghormati akar perjuangan, menjaga nilai para pendahulu serta membangun masa depan yang lebih baik.

Bagi Raden Didin, perjuangan Garut Utara bukan sekadar tentang pemekaran wilayah. Tetapi ikhtiar mendekatkan pelayanan, mendorong pemerataan pembangunan, menghadirkan ruang kemajuan serta membuka harapan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Dirinya hadir bukan ketika perjuangan telah besar. Namun datang ketika perjuangan masih membutuhkan fondasi.

Ketika gagasan masih membutuhkan keberanian dan ketika langkah awal masih membutuhkan keyakinan, hingga akhir hayatnya Dia tetap menjadi bagian penting perjuangan.

Jejak perjuangan sejati tidak hanya di tulis oleh jabatan. Tetapi oleh pengabdian, ketulusan, kesetiaan dan keberanian untuk memulai.

Nama Didin Umarzen  akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan Garut Utara.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru