BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengetuk palu regulasi terkait lokasi selebrasi kemenangan Persib Bandung. Pemkot Bandung memastikan bahwa prosesi pengangkatan trofi juara tetap akan berlangsung di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika. Kendati demikian, demi keselamatan bersama, Pemkot Bandung menerapkan aturan ketat dengan membatasi jumlah orang di atas jembatan maksimal hanya 60 orang.
Keputusan krusial ini lahir setelah Farhan menggelar rapat koordinasi intensif bersama manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Pertemuan tersebut khusus membedah kesiapan skema konvoi perayaan sekaligus mematangkan sistem pengamanan di penjuru Kota Kembang.
Baca Juga: Pemkot Bandung Uji Kekuatan JPO Asia Afrika Jelang Selebrasi Persib Juara
Farhan membeberkan bahwa jajarannya telah menyusun dua opsi rencana untuk mengawal jalannya pesta rakyat ini, yaitu skenario terbaik dan skenario terburuk.
“Hasil rapatnya kita kan ada dua skenario, ya. Skenario terbaik dan skenario terburuk. Kalau untuk skenario terbaik, hari ini akan dibahas secara total,” kata Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (22/5/2026).
Antisipasi Potensi Rusuh: Pemkot Petakan Titik Rawan Massa
Di samping menyiapkan pesta visual yang megah, pemerintah daerah tidak mau kecolongan. Farhan menegaskan bahwa tim gabungan sudah merancang skenario terburuk guna mengantisipasi sekaligus memitigasi potensi kerawanan gesekan massa di sejumlah titik vital sepanjang rute pawai.
“Sedangkan untuk skenario terburuk adalah titik-titik pengamanan di daerah titik-titik yang memang biasanya rawan. Nah, untuk itu dua-duanya sedang kita matangkan hari ini. Mudah-mudahan kita bisa melaksanakan skenario yang terbaik,” ucap Farhan.
Farhan kembali menggaransi bahwa lokasi ikonik pengangkatan piala tidak mengalami perubahan. Namun, ia mewanti-wanti bahwa barikade petugas akan mengunci akses menuju tangga JPO secara berlapis.
Aturan batas maksimal 60 orang di atas struktur jembatan bersifat mutlak dan tidak boleh ada tawar-menawar. Dengan perhitungan kuota yang sangat minim tersebut, maka area atas JPO kemungkinan besar hanya akan memuat jajaran pemain inti beserta keluarga terdekat mereka saja.
“Fix di JPO, tapi sangat terbatas. Maksimum 60 orang, nggak boleh lebih. Jadi kalau 60 orang berarti hanya pemain dengan keluarganya,” tegas Farhan.
Farhan menambahkan, angka pembatasan tersebut bukan sekadar estimasi acak. Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Disciptabintar) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung telah menghitung secara matematis kekuatan konstruksi jembatan demi mencegah risiko kelebihan beban (overload).
(Yusuf Mugni)



