spot_imgspot_img
Kamis 21 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkot Bandung Uji Kekuatan JPO Asia Afrika Jelang Selebrasi Persib Juara

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika bakal menjadi saksi sejarah baru bagi publik sepak bola Kota Kembang. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merancang jembatan ikonik tersebut sebagai lokasi utama untuk seremoni pengangkatan trofi juara Persib Bandung saat puncak konvoi kemenangan bergulir.

Guna mengantisipasi ledakan jumlah Bobotoh di kawasan pusat kota, Pemkot Bandung bergerak cepat menyiapkan skenario pengamanan berlapis. Dinas terkait kini sedang menghitung secara cermat kekuatan konstruksi fisik JPO Asia Afrika untuk memastikan struktur bangunan mampu menahan beban di tengah euforia massa.

Baca Juga: Euforia Persib Juara Bikin Bandung Siaga, dari Sampah hingga Keselamatan JPO

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa JPO Asia Afrika menjadi titik krusial dalam rangkaian rute konvoi Maung Bandung. Oleh karena itu, Pemkot Bandung bersama Dinas Perhubungan (Dishub) terus mengukur kapasitas dan daya tampung jembatan sebelum hari pelaksanaan.

“Kalau skenario terbaik, maka kita mesti mengukur kekuatan dari jembatan, JPO, terus juga pembatasan masuk ke pendopo,” ujar Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (21/5/2026).

Farhan memprediksi kawasan historis tersebut akan menjadi pusat lautan massa karena prosesi pengangkatan piala otomatis menyedot perhatian ribuan pasang mata suporter yang hadir langsung di lokasi.

Akses Sangat Terbatas: Hanya untuk Pemain dan Manajemen

Farhan mengakui bahwa kapasitas area di atas JPO Asia Afrika sejatinya sangat terbatas. Faktor keselamatan menjadi alasan utama mengapa pemetaan kekuatan konstruksi dan pembatasan ruang terus berjalan ketat.

“Lagi kita ukur kekuatannya dan daya tampungnya. Sangat terbatas,” kata Farhan.

Berdasarkan draf skenario sementara, petugas akan mengosongkan area atas JPO dari penonton umum. Pihak otoritas merencanakan area tersebut hanya para pemain dan jajaran manajemen Persib Bandung. Skenario pembatasan ketat ini bertujuan untuk menghindari risiko kelebihan beban (overload) yang bisa berakibat fatal.

“Kemungkinan terbatas pemain dan manajemen yang ke atas JPO,” ungkap Farhan.

Meski menerapkan aturan pembatasan yang ketat, Farhan menegaskan masih mempertahankan konsep selebrasi di atas JPO Asia Afrika. Skema tersebut bahkan sudah masuk dalam rancangan final yang disusun oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung.

“Kelihatannya sudah fix. Dari laporan Dishub sudah fix,” pungkas Farhan.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru