CIAMIS,FOKUSJabar.id: Warga di sekitar perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis dikejutkan oleh insiden jatuhnya seorang pria paruh baya dari atas Jembatan Cirahong. Korban bernama Wiwie, warga Jalan HZ Mustopa, Kelurahan Yudanagara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, diduga kuat sengaja melompat ke bawah jembatan bersejarah tersebut.
Peristiwa mengejutkan yang terjadi di kawasan penghubung dua wilayah ini langsung memicu perhatian. Kemudian menorehkan keprihatinan mendalam dari warga sekitar yang berada di lokasi kejadian.
Baca Juga: Satpol PP Ciamis Amankan Gerobak PKL di Kawasan Cimal dan Islamic Center
Berdasarkan keterangan saksi mata, korban sempat singgah dan berbelanja di sebuah warung yang berada di sebelah selatan Jembatan Cirahong, masuk wilayah Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, sebelum insiden tersebut berlangsung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan kejadian tersebut. Setelah Ia mendapat laporan dari personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciamis pada siang hari. Tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyisiran.
“Kemungkinan setelah terjun dari jembatan Cirahong korban terseret arus Sungai Citanduy,” ujar Ani Supiani, Jumat (22/5/2026).
Pemilik warung di area Manonjaya, Teti, menceritakan bahwa korban awalnya datang dengan mengayuh sepeda. Pria tua tersebut sempat membeli beberapa makanan ringan dan air mineral di warungnya. Usai bertransaksi, korban pamit dengan alasan ingin berjalan-jalan menikmati suasana di atas Jembatan Cirahong.
Soroti Kosongnya Penjagaan Keamanan di Jembatan Cirahong
Insiden ini memicu respons dari Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis, Ahmad Himawan. Ia melayangkan rasa prihatin yang mendalam. Karena peristiwa kedaruratan seperti ini kembali terulang setelah situasi di Jembatan Cirahong sempat kondusif selama beberapa tahun terakhir.
Ahmad mengenang, pos penjagaan di area jembatan sebelumnya terbukti efektif mengantisipasi hal-hal negatif. Petugas penanggung jawab di lokasi biasanya langsung sigap mencegah dan merangkul siapa saja yang menunjukkan gerak-gerik mencurigakan di atas rel atau badan jembatan. Namun, ketiadaan petugas pengawas pasca-kebijakan penghentian penjagaan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuat pengawasan di area vital ini menjadi renggang.
“Saat jembatan Cirahong ada penjaga, bila ada orang yang gerak-geriknya mencurigakan langsung kita cegah. Tentu agar tidak melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri. Tapi karena saat ini tidak ada penjaga, ya terjadilah peristiwa seperti hari ini,” ungkap Ahmad Himawan.
Hingga saat ini, tim penyelamat dari BPBD, Damkar, beserta relawan gabungan masih terus melakukan upaya pencarian intensif di sepanjang aliran Sungai Citanduy guna menemukan keberadaan korban.
(Husen Maharaja)



