CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis bergerak menyisir sejumlah kawasan protokol kota. Petugas mengamankan dan mengangkut paksa belasan roda milik Pedagang Kaki Lima (PKL) yang nekat mangkal di zona terlarang, terutama di sekitar kawasan Cimal, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Ciamis.
Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kabid Penegakan Peraturan Daerah (Gakda), Erwin Marpidar, membenarkan tindakan tegas tersebut. Erwin menjelaskan bahwa penyitaan gerobak dan bangku ini terpaksa berjalan karena para pedagang terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tentang K3 (Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan).
Baca Juga: Polres Ciamis Sulap Lahan Tidur Jadi Ladang Emas Petani
“Bagi para pedagang yang rodanya diamankan tinggal datang ke Mako Satpol PP untuk membawanya kembali,” tegas Erwin Marpidar, Kamis (21/5/2026).
Erwin menuturkan, salah satu alasan kuat petugas mengangkut gerobak-gerobak tersebut karena pemiliknya meninggalkan aset jualan mereka di atas fasilitas umum saat tidak sedang berdagang. Praktik penumpukan gerobak kosong ini otomatis merusak estetika tata kota dan merenggut hak para pejalan kaki.
“Roda itu ditempatkan pada trotoar dan tidak digunakan, sehingga mengganggu estetika dan keindahan lokasi di mana roda berada,” ucap Erwin.
Tindakan Tegas di Kawasan Islamic Centre untuk Pedagang Membandel
Selain menyisir area Cimal di Jalan Jenderal Sudirman, Korps Penegak Perda ini juga menyasar kawasan sekitar Islamic Center Ciamis. Di lokasi religi tersebut, petugas mengangkut roda pedagang yang masih membandel berjualan di titik terlarang.
Erwin menegaskan, pihak pemerintah daerah sudah sejak lama menyosialisasikan aturan larangan berjualan sepanjang jalur depan Islamic Centre kepada komunitas pedagang. Karena imbauan persuasif tidak membuahkan hasil, Satpol PP akhirnya mengambil tindakan represif dengan mengangkut alat peraga jualan mereka ke truk patroli.
“Lokasi jalan depan Islamic Centre tidak bisa menjadi tempat jualan. Itu sudah lama kita beri tahukepada para pedagang, sehingga saat ada yang membandel kami angkut,” pungkas Erwin.
(Husen Maharaja)



