DEPOK,FOKUSJabar.id: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Depok mengingatkan seluruh calon jemaah haji untuk memperketat proteksi kesehatan tubuh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Otoritas terkait merilis imbauan ini menyusul laporan cuaca ekstrem di Kota Makkah yang saat ini menyentuh angka 50 derajat Celsius.
Kemenhaj Kota Depok meminta para jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk sengatan panas matahari di Arab Saudi. Pasalnya, suhu tinggi tersebut berpotensi menguras stamina dan mengganggu kesehatan jemaah secara drastis, terutama menjelang fase puncak ibadah haji.
Baca Juga: Pemkot Depok Uji Kualitas Udara di 7 Kawasan Tanpa Rokok untuk Lindungi Warga
Selain menjaga kebugaran, jemaah wajib bertindak bijak dalam mengatur porsi aktivitas harian mereka. Manajemen fisik yang baik akan membantu jemaah menyelesaikan seluruh rangkaian rukun haji dengan lancar dan aman.
“Bapak dan Ibu sekalian, informasi dari lapangan menunjukkan bahwa suhu rata-rata di Kota Makkah sudah mencapai 50 derajat Celsius. Oleh karena itu, kami meminta jemaah untuk tidak memforsir tenaga dan ketahanan fisik,” ujar Kepala Kemenhaj Kota Depok, Fauzan, Selasa (19/5/2026).
Jaga Pasokan Cairan Guna Tangkal Dehidrasi
Fauzan menggarisbawahi bahwa pemahaman terhadap batasan kemampuan fisik masing-masing menjadi kunci utama keselamatan selama berada di Tanah Suci. Pihaknya melarang keras jemaah nekat melakukan aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak di siang bolong.
Untuk mengantisipasi ancaman dehidrasi akibat cuaca ekstrem, Fauzan juga menginstruksikan jemaah untuk disiplin menjaga kebutuhan cairan tubuh.
Tiga Panduan Utama Kemenhaj Depok untuk Hadapi Cuaca Panas:
- Batasi Aktivitas Fisik: Menghindari ibadah sunah luar ruangan yang berlebihan di siang hari demi menghemat energi.
- Disiplin Konsumsi Cairan: Memperbanyak minum air putih secara berkala tanpa menunggu rasa haus datang, sesuai anjuran tim medis.
- Manajemen Waktu: Menggeser jadwal ibadah mandiri ke waktu yang lebih sejuk, seperti pada malam atau dini hari.
Fauzan memprediksi gelombang panas di Arab Saudi masih akan berlangsung lama hingga pelaksanaan puncak rukun haji selesai. Oleh karena itu, jemaah harus mampu mengelola ritme ibadah dan waktu istirahat secara seimbang.
“Informasi cuaca di sana memang sedang lumayan panas. Kami berharap jemaah bisa mengelola kesehatannya dengan matang dan cermat mengatur waktu pelaksanaan ibadah,” tambahnya.
Kemenhaj Depok menargetkan seluruh jemaah dapat mempertahankan kondisi tubuh yang prima sejak hari pertama mendarat hingga momen krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina nanti.
“Harapan kami, saat memasuki puncak hajinya nanti, seluruh jemaah tetap berada dalam keadaan fit, prima, dan sehat walafiat,” pungkas Fauzan.
(Jingga Sonjaya)


