spot_imgspot_img
Selasa 19 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Proyek Hunian Eks Pasar Wisata Pangandaran Tidak Dilakukan Mitigasi Bencana

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pekerjaan proyek pematangan lahan hunian eks pasar wisata Pangandaran yang menelan kurang lebih Rp2 miliar tidak di lakukan mitigasi bencana. 

‎Padahal, lokasi tersebut merupakan tanah cadas. Terlebih, ketinggian tebing setinggi 10 meter dengan tingkat kemiringan yang sangat terjal. 

Akibatnya, tanah cadas merosot hingga menimpa hunian yang masih dalam proses pembangunan. Bukan hanya longsor, sebagian lahan juga mengalami amblas lantaran pematangan lahan yang tidak maksimal.

Baca Juga: Proyek Rumah Relokasi Eks Pasar Wisata Pangandaran Dinilai Dipaksakan

‎Kepala bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran, Dede Tatang membenarkan bahwa belum di lakukan mitigasi bencana. 

‎”Memang seharusnya ada. Tapi itu (pekerjaan) hanya baru cut and fill saja,” ujar Dede Tatang saat di konfirmasi di ruangan kerjanya Selasa, (19/5/2025).

‎Sekretaris Dinas PUTRPRKP Pangandaran, Kurnia Hendriana menambahkan, bahwa pengerjaan cut and fill menelan anggaran sekitar Rp2 miliar.

‎”Terkait mitigasi bencana, karena memang pengerjaannya hanya cut and fill, saat ini belum ada (mitigasi bencana)” tambahnya.

Konsep Mitigasi Bencana

‎Meski begitu, konsep mitigasi bencana sebenarnya telah masuk dalam dokumen perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) proyek relokasi. Namun, pelaksanaannya belum di lakukan karena keterbatasan anggaran.

‎”Di DED-nya ada mitigasi bencana, termasuk drainase, jalan lingkungan dan fasilitas lainnya. Tapi belum di bangun karena anggarannya baru cukup untuk pematangan lahan,” kata Kurnia.

Baca Juga: Pangandaran Lolos Uji Siber Nasional BSSN untuk Kedua Kalinya

‎Sebelumnya, tebing setinggi kurang lebih 10 meter longsor dan menimpa proyek pembangunan rumah relokasi eks penghuni Pasar Wisata Pangandaran pada Selasa (10/3/2026). Material tebing merosot ke bawah dan merusak bangunan yang di kerjakan pihak ketiga.

‎Bebatuan cadas besar masuk ke dalam bangunan hingga merusak asbes, kayu, dan pondasi. Longsor terjadi di tiga titik yang tidak jauh dari lokasi rumah.

‎Proyek tersebut meliputi 152 unit rumah tipe 6×4 meter yang masih dalam proses pembangunan. Setiap unit di bangun dengan anggaran Rp20 juta dari APBD Kabupaten Pangandaran tahun 2025.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru