CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis sejak sore hingga subuh mengakibatkan tebing di Dusun Cibulakan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, longsor, Selasa (12/5/2026) dini hari. Bencana ini menimbun dua rumah warga milik Abun Mulyana dan Wawan, serta satu bangunan musala.
Selain menghancurkan dua bangunan utama, material tanah dan bebatuan juga mengancam keselamatan enam rumah warga lainnya yang berada di area terdampak. Beruntung, empat anggota keluarga di rumah Abun Mulyana berhasil menyelamatkan diri saat peristiwa terjadi.
Baca Juga: Dispusip Ciamis Gelar Lomba Bertutur SD dan MI 2026
Camat Cihaurbeuti, Enok Kursilah, menjelaskan bahwa penyumbatan saluran air Cigihtung Satu menjadi pemicu utama longsornya tebing tersebut. Sejumlah pohon tumbang menutupi aliran air sehingga menyebabkan luapan yang menjebol dinding saluran irigasi.
“Air merembes dan menjebol dinding saluran Cigihtung Satu karena tersumbat pepohonan. Luapan air dan material tanah langsung menerjang permukiman warga yang berada tepat di bawah tebing,” ujar Enok, Selasa (12/5/2026).
Ancaman Longsor Susulan
Hingga saat ini, kondisi saluran air tersebut masih terhambat oleh material pohon yang tumbang. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Pemerintah Kecamatan Cihaurbeuti telah mengeluarkan instruksi tegas kepada warga yang tinggal di zona merah agar meningkatkan kewaspadaan. Petugas meminta para penghuni rumah yang tertimbun maupun yang terancam untuk tidak menempati bangunan tersebut, terutama pada malam hari.
“Kami mengimbau seluruh warga di lokasi bencana agar mengosongkan rumah mereka malam nanti. Kondisi saat ini masih sangat rawan longsor susulan, sehingga keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tegas Enok.
Saat ini, pihak desa bersama instansi terkait tengah berkoordinasi untuk melakukan pembersihan material pohon yang menyumbat saluran air guna meminimalisir risiko bencana lebih lanjut. Masyarakat sekitar kini mulai bergotong royong membantu mengevakuasi barang-barang berharga milik korban yang masih bisa terselamatkan.
(Husen Maharaja)


