spot_imgspot_img
Senin 11 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Stok Aman, Petani Pangandaran Tebus Pupuk Bersubsidi Pakai KTP

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Musim tanam padi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat di pastikan tidak terganggu kelangkaan pupuk bersubsidi. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menyatakan stok untuk kebutuhan petani masih tersedia di sejumlah kios resmi.

‎Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Padaherang Nadia Btari mengatakan, hasil pengawasan di lapangan menunjukkan distribusi pupuk bersubsidi aman selama musim tanam berlangsung.

‎”Setiap petani sudah memiliki kuota pupuk bersubsidi. Petani tinggal menebusnya dengan membawa KTP ke kios sesuai wilayah masing-masing,” kata Nadia di BPP Padaherang, Senin (11/5/2026).

Baca Juga: Operasikan Traktor, Petani Pangandaran Keluhkan Sulit Dapat Solar

‎Nadia menjelaskan, jumlah pupuk yang di terima petani di sesuaikan dengan luas lahan yang tercatat dalam data pertanian. 

‎”Besaran pupuk yang di terima di tentukan berdasarkan dokumen luas lahan garapan petani,” ujarnya.

‎Untuk harga, pupuk bersubsidi tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang di tetapkan pemerintah. Pupuk urea bersubsidi di jual Rp1.800 per kilogram atau Rp90.000 per sak 50 kilogram. Adapun pupuk NPK/Phonska Rp1.840 per kilogram atau Rp92.000 per sak 50 kilogram.

‎Meski distribusi saat ini di nilai lebih lancar, sejumlah petani mengaku sempat mengalami kendala saat masa peralihan sistem kartu tani ke penggunaan KTP.

Yusno, petani asal Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, mengatakan pupuk bersubsidi kini lebih mudah di peroleh di banding beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Satlantas Pangandaran Tindak Pengendara Tak Pakai Helm Lewat ETLE

‎”Sekarang pupuk masih mudah di dapat. Tapi sawah saya sering kebanjiran, jadi belum beli pupuk lagi,” kata Yusno.

‎Ia menyebut, pada masa awal perubahan sistem pendataan, petani kerap tidak menerima pupuk sesuai kebutuhan lahan. 

‎”Dulu pernah butuh 30 kilogram untuk sawah sekitar 200 bata, tapi yang di berikan paling hanya setengahnya. Sekarang katanya sudah di sesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru